Laporan ini berisikan sejumlah data kimia batuan Gunung Anak Krakatau dalam bentuk tabel.
Gunungapi Galunggung yang baru saja meletus pada 1982-1983 me-rupakan daerah gunungapi ideal untuk mengadakan penelitian volkanostratigrafi dan petrologi batuan gunungapi.
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrografi di laboratorium batuan G.Gede dimaksudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia untuk dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahaya yang diakibatkan letusan gunungapi G.Gede.
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrog rafi di laboratorium terhadap Gunungapi G.Papandayan dimak sudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia
Pemeriksaan Petrografi Batuan di Gunung Galunggung
Sebagai penelitian lanjutan potensi batuan kaya kalium di sekitar Gunung Muria (Jawa Tengah), telah dilakukan penyelidikan dengan menerapkan cara geomagnet di beberapa lokasi yang dipandang cukup prospektip. Maksud daripada penelitian ini ialah untuk memperkirakan penyebarannya berdasarkan respons komponen vertikal geomagnet terhadap batuan di sekitarnya.
Salah satu kebutuhan akan bahan pupuk, dapat diharapkan dari unsur kalium yang terdapat di dalam batuan. Man rut laporan terdahulu, jenis batuan kaya kalium banyak terdapat di sekitar Gunung Muria di Jawa Tengah (Boom gaart 1937, Fermin 1937).
Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan Petrokimia Gunungapi Papandayan dan sekitarnya yang termasuk dalam Kabupaten Garut. Penyelidikan dimulai tanggal 19 Mei - 14 Juni 1995, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang berada di Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, pada Tahun Anggaran 1995 - 1996.
Pada triwulan ketiga tahun anggaran 1993 - 1994, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan sampling batuan untuk kelengkapan data petrologi/geokimia batuan G.Merapi, khususnya pada jenjang selatan
Dalam rangka pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara terpadu dari berbagai bidang yaitu geokimia, seismik, deformasi, dan laharan.