Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan Petrokimia Gunungapi Papandayan dan sekitarnya yang termasuk dalam Kabupaten Garut. Penyelidikan dimulai tanggal 19 Mei - 14 Juni 1995, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang berada di Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, pada Tahun Anggaran 1995 - 1996.
Pada triwulan ketiga tahun anggaran 1993 - 1994, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan sampling batuan untuk kelengkapan data petrologi/geokimia batuan G.Merapi, khususnya pada jenjang selatan
Dalam rangka pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara terpadu dari berbagai bidang yaitu geokimia, seismik, deformasi, dan laharan.
Dalam rangka mengantisipasi peningkatan aktivitas gas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara kimia yaitu dalam bidang geokimia gas. Kegiatan penyelidikan meliputi pengambilan dan analisis kimia gas vulkanik dan pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol G.13 dan Woro. 30 di Puncak G.Merapi. Selain itu, dilakukan pula cuplikan udara bebas di puncak G.Merapi.
Penyelidikan kimia gas, air, dan batuan pada bulan Mei 1992 meliputi kegiatan pengambilan cuplikan gas vulkanik, udara bebas, pengukuran temperatur di lapangan solfatar Gendol dan Woro serta pengamatan visual di Puncak G. Merapi, pengukuran kecepatan emisi gas S02 dengan COSPEC, pengambilan cuplikan udara tanah, udara bebas dan air dibeberapa lokasi sekitar G.Merapi seperti Plawangan, Kaliurang…
Studi kimia terhadap cuplikan gas, air, dan batuan yang diambil dari lapangan solfatar gunungapi dan lokasi lain di sekitarnya adalah sangat penting dalam rangka menunjang peramalan tingkat kegiatan atau letusan gunungapi yang bersangkutan.
Penelitian ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Program Pelita III tahun anggaran 1980–1981 oleh Direktorat Sumber Daya Mineral melalui Proyek Bimbingan Eksplorasi Usaha Penambangan Swasta Nasional, atas permintaan PT Jaka Utama Jaya. Kegiatan meliputi pemetaan topografi dan geologi endapan batuan andesit di daerah Nangkepura, Tanjungkarang, yang merupakan bekas daerah konsesi Perkebunan La…
Penyelidikan dan pemeriksaan petrokimia batuan G.Lamongan yang hendak dicapai sesuai dengan sarana dan kemampuan yang ada bertujuan untuk mengetahui proses magma dengan pendekatannya. Pertama penyelidikan kenampakan di lapangan dengan pengumpulan conto batuan dan pemerik-saan kenampakan geologi. Kedua pemeriksaan/jenis analisis conto hasil lapangan di laboratorium. Ketiga studi pustaka yang ada.
Logam tanah jarang merupakan salah satu mineral yang saat ini dibutuhkan dalam pengembangan teknologi maju sebagai komponen katalis. Sebagai contoh neodymium (Nd) yang dijadikan sebagai alloy dengan besi dan boron untuk membentuk magnet permanen yang kuat pada generator. Selain itu, terdapat juga europium (Eu) dan gadolinium (Gd) yang mempunyai kemampuan absorpsi neutrin yang baik sehinggai dig…
Maksud penyelidikan adalah untuk mengetahui petrokimia batuan kompleks gunungapi Batur. Dengan adanya ini diharapkan dapat menambah penyelidikan tentang gunungapi tersebut. pengetahuan jadikan dasar Tujuan Penyelidikan adalah data tersebut dapat sebagai petunjuk kegiatan gunungapi di masa yang akan datang. di Batur. Gunungapi Batur berada di daerah Bali secara geografis terletak pada 08°14′3…