G. Iya memiliki 2 kawah, yaitu kawah 1 dengan diameter yang relatif besar kurang lebih 75 m dan kawah 2 yang relatif lebih kecil. Data kimia gas didominasi oleh uap air yaitu mencapai 56,18% sedangkan gas lainnya relatif lebih kecil, bahkan H2S hanya mencapai 0,002. Hembusan gas sangat lemah dan tidak terdengar suara bleitzer, lapangan fumarola tidak terlalu luas, serta tidak tercium bau yang t…
G. Batur, Bali, terkenal yang dengan danaunya serta kaldera terbesar dan terindah di dunia (Van, Bemmelen 1979) masuk ke dalam Wilayah Daerah Tingkat II Bangli. Tinggi puncaknya 1717 m di atas muka laut atau 686 m di atas muka danau. Secara Geografis G. Batur terletak pada posisi 8°14′30" LS dan 111°22′30" BT.
Tujuan penyelidikan kimia gas dan air adalah untuk mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data dari metoda pengukuran lain terhadap gunungapi dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi. Penyelidikan kimia gas dan air diharapkan dapat memberikan gambaran tentang komposisi kandungan gas dan air yang dilepask…
Tujuan Penyelidikan Kimia gas dan air adalah mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data dari disiplin ilmu dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi.
Gunungapi Batur termasuk gunungapi aktif yang perlu dimonitor berbagai gejala yang nampak sebagai indikasi terjadinya perubahan tingkat kegiatan. Sangat sedikit data kimia G.Batur yang terkumpul selama ini, sebab kenampakan solfatara dan fumarola di puncak dan sekitarnya muncul di bagian tebing terjal yang susah untuk dikumpulkan. Satu-satunya lokasi yang sangat mungkin di amati dengan metoda k…
G. Kelut, Jawa Timur meletus terakhir pada 1966. Berdasarkan data statistik, siklus kegiatan G. Kelut adalah 15 sampai 24 tahun.
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menetukan komposisi kimia gas yang dilepaskan dari lubang vulkanik kedua gunungapi tersebut, yang secara langsung atau tak langsung merupakan pencerminan dari kandungan unsur - unsur volatil yang dilepaskan magma.
Penyelidikan geokimia berdasarkan komposisi gas vulkanik yang dilepaskan dari vent vulkanik secara terus menerus diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan Gunung Merapi secara dini, sehingga tingkat kegiatan dapat diinformasikan kepada pemerintah terkait dan penduduk secara dini pula.
Tujuan penyelidikan kimia gas dan air terhadap suatu gunungapi adalah mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data lain terhadap gunungapi dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi.
Dilakukan hubungan emisi gas SO2 dalam plume vulkanik dengan tingkat aktivitas Gunung Merapi. Sejak September 1974, emisi gas SO2 dalam plume vulkanik cukup rendah yaitu sekitar 50 ton/hari (dari hasil SO2 smoothing) dan emisi SO2 menunjukkan peningkatan sehari setelah terjadinya awan panas guguran.