Dalam pelaksanaan lapangan, tim pemeta dibagi tiga sub tim, masing - masing Sub tim 9 mengerjakan lereng bagian selatan - barat laut, meliputi daerah Karangtumaritis, Arjuna, dan Cileuleuy. Sub tim II mengerjakan daerah puncak dan daerah bukaan kawah, meliputi daerah Bayongbong dan sekitarnya. Sedangkan Sub tim III mengerjakan lereng bagian selatan dan timur G.Papandayan, meliputi daerah Wonogi…
Penyelidikan tahap III dilakukan selama 40 hari, mulai 9 Oktober sampai dengan 17 Nopember 1985, dikerjakan oleh satu tim pemeta yang terdiri dari A. Zaennudin, Isya N. Dana, Rudy D. Hadisantono, dan Deden Wahyudin. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya.
Untuk kedua kalinya pada bulan Desember 1985, penulis ditugaskan oleh Kepala Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi ke G. Lamongan, Jawa Timur.
Penulis mendapat tugas dari pemimpin proyek penyelidikan dan pengamatan Gunungapi melakukan pengamatan, penelitian seismik dan pengukuran suhu air ranu - ranu di sekitar g. Lamongan.
Pemetaan geologi gunungapi Kelut dimaksudkan untuk mengumpulkan segala data geologi berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran bahan hasil erupsi gunung tersebut, yang dapat diterbitkan pada suatu peta geologi gunungapi, dan diharapkan dapat digunakan dalam penyelidikan lain.
Penulis mendapat tugas dari Pemimpin Proyek Penyelidik- an dan Pengamatan Gunungapi untuk melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di dataran tinggi Dieng. Daerah tersebut sebagian masuk wilayah Kabupaten Wonosobo dan sebagian lagi Kabupaten Banjarnegara. Maksud dari pada pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan data kegiatan kawah-kawah dan perubahannya dibandingkan dengan hasil pengamatan …
Tujuan penyelidikan untuk meghimpun data geologi, mencakup stratigrafi, struktur geologi, geomorfologi dan penyebaran hasil letusan masa lampau, dan aspek kegunungapian lainnya.
Sesuai dengan rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Proyek Pemetaan Geologi Gunngapi, dalam Pelita IV tahun pertama (1984-1985), maka pada tanggal 11 Desember 1984 Kepala Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya telah menugaskan satu tim untuk mengadakan pemetaan ulang daerah bahaya G. Ijen.
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
Para penulis ditugasi oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi untuk melakukan pengamatan visual dan pemeriksaan laharan di sungai-sungai yang mengalir di lereng tenggara dan selatan G. Semeru.