Tujuan penyelidikan magnetik saat ini ditekankan pada analisa struktur, yang erat hubungannya dengan kondisi geologi G.Semeru. Hasil akhir dari model 2 dimensi strukur G. Semeru nantinya akan sangat membantu para pemeta gunungapi dalam menentukan struktur dalam G.Semeru dan kemungkinan evaluasi sejarah geologinya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tatanan geologi daerah penelitian sehingga dapat diketahui evolusi pembentukan kompleks Gunungapi Merbabu secara geologi, dengan menggunakan berbagai data yang menunjang berupa pengamatan geologi langsung (lapangan), data pengamatan tak langsung (analisis foto udara), serta ditunjang dengan analisis laboratorium dan studio.
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Papandayan ini, maka telah di buat 12 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM dan Leveling guna mengetahui deformasi yang terjadi baik di sekitar kawah maupun di sekitar gunungapi itu sendiri.
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Dit. Pemetaan gunungapi tahun anggaran 1994/1995 pada sesion kedua melakukan Pemetaan Situasi Topografi Puncak G. Arjuna-Welirang di Jawa Timur. Tujuannya untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak G. Arjuna-Welirang guna menunjang berbagai disiplin ilmu dilingkungan Direktorat Vulkanologi dalam rangka Penelitian/Pemetaan geologi/Pemetaan daerah bahay…
Pemetaan daerah bahaya G.wilis dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada PELITA V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari awal Oktober 1992 s/d awal November 1992, dengan menggunakan peta topografi berskala 1 : 50.000 sebagai peta dasar dan 1 : 100.000, edisi U.S.A.M.S. (FE) yang dikompilasi dari Jawa dan Madura pada 1964.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, kegiatan vulkanik G.Gede di monitor secara menerus melalui pengamatan visual dan kegempaan dari Pos PGA. G Gede di Ciloto, Puncak, Kecataman Pacet, Kabupaten Cianjur.
Puncak dari peningkatan kegiatan vulkanik Kawah Ijen ini diperlihatkan dengan terjadinya beberapa kali letusan freatik pada 3, 4, 7 Juli dan 1 Agustus 1993. Kegiatan vulkanik ini dianggap merupakan peningkatan kegiatan yang cukup menonjol secara visual maupun seismik dalam sejarah pengawasan Direktorat Vulkanologi terhadap Kw. Ijen.
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.
Dalam rangka memonitor kegiatan G. Raung, secara kontinyu dilakukan pengamatan kegempaannya dari pos G. Raung . Rambat gelombang gempa akibat adanya magma naik yang menyebabkan retakan - retakan pada batuan yang dilewati, dicatat dalam bentuk grafik yang menunjukkan besar & kecilnya aktivitas dari dalam gunungapi tersebut.
Pemetaan daerah bahaya G.Ungaran dan sekitanya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada Pelita V tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Sub Direktorat Vulkanologi. Lama pemetaan 1 bulan dari minggu kedua bulan Mei hingga minggu kedua bulan Juni 1993.