Perbedaan rona baik pada citra satelit maupun foto udara antara lereng barat dan lereng timur sampai selatan Gunung Tambora serta laporan peneliti sebelumnya yang menyebutkan adanya hutan lebat di bagian lereng sebelah barat hanya empat tahun setelah letusan (1819), pada awalnya menimbulkan asumsi bahwa material hasil erupsi yang terjadi pada tahun 1815 terutama aliran piroklastika diletuskan d…
G. Slamet (3432 m di atas permukaan laut) terletak di provinsi Jawa Tengah, termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes. Kegiatan yang tercatat dalam masa sejarah tidak pernah menyebabkan suatu bencana yang menimbulkan korban manusia. Letusan hanya menyebarkan pasir dan abu saja, hanya beberapa kali di antaranya yang disertai lava pijar. Sekalipun demikian…
Pengukuran Cospec atau tepatnya adalah pengukuran emisi gas So2 dengan menggunakan correlation spectrometer (Cospec) berhasil dilakukan untuk G. Sumbing, Dieng (kawah sileri dan kawah sikidang) serta Gunung Slamet.
Pada tanggal 25 Oktober 1988 sampai dengan 18 Nopember 1988, Sdr. Effendi, Sdr. M. SL. Tobing, Sdr. Nanang Rahardjo dan penulis dengan SPD No. 1359/P/88 melakukan Pengukuran Deformasi Ulang ke Gunung Galunggung, disertai Ka di Topografi dan Pengukuran Deformasi.
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak. tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi dalam tahun anggaran 1996/1997 merencanakan kegiatan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.
Kegiatan pengumpulan bahan informasi G. Ebulobo ini dilakukan dari tanggal 24 Mei 1998 sampai dengan 5 Juni 1998. Pengadaan bahan informasi yang meliputi pengamatan dan pendataan kependudukan di dalam Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ebulobo dan sekitarnya, dengan cara melakukan pendataan/pengecekan langsung ke lapangan.