Pemantauan kegiatan secara visual ke arah gunung berjarak lk. 6-7 km dari Pos Pengamatan. Selama bertugas di Pos, secara visual tidak tampak gejala peningkatan kegiatan. Selanjutnya, seperangkat seismograf jenis P-S 2 Portable terpasang sejak 20 September 1994, dan mulai beroperasi pada pkl. 15.40 WITA. Dimana kecepatan drum dipasang pada kecepatan 120 mm/menit, untuk pembesaran dipasang pada g…
Buku Panduan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Data AMPL ini berisi tentang panduan bagaimana melakukan fasilitasi peningkatan kapasitas pengelolaan Data AMPL dalam rangka meningkatkan kinerja pembangunan AMPL. Panduan ini khususnya ditujukan bagi pemerintah kabupaten/kota dalam Pengelolaan Data AMPL di daerahnya. Namun demikian berguna juga bagi para pelaku pembangunan AMPL yang mendukung kegi…
Buku panduan ini disusun untuk meningkatkan pengelolaan data air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) di daerah oleh pemerintah kabupaten/kota dan pelaku pembangunan lainnya. Panduan ini menguraikan proses fasilitasi dan pengumpulan data AMPL, serta pemrosesan dan publikasi data untuk mendukung perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan AMPL. Dengan adanya kesepakatan dan pemahaman ber…
Sasaran penyelidikan/pemantauan daerah bencana alam gunungapi Kaba adalah memperoleh data pengamatan lapangan dengan melakukan pengukuran di bagian puncak Gunungapi Kaba secara: visual, no non visual, pencatatan kegempaan seismograf) dan pengukuran penampang sungai sebagai tempat aliran lahar, serta melakukan pengumpulan data kependudukan yang diperkirakan merupakan daerah bahaya letusan Gunung…
Laporan ini disusun untuk mengetahui sampat di mana hasil latihan yang diberikan. Karena dengan latihan ini diharapkan ke mampuan tenaga-tenaga di Pos Pengamatan Gunungapi dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam perawatan seismograf makin baik. Seperti diketahui bersama bahwa pesawat tersebut merupa-kan salah satu alat yang terpenting yang dihadapi sehari-hari untuk memonitor kegiatan suatu g…
Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Kelut dalam masa pemeriksaan dibandingkan dengan tahun yang lalu.
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
G.Bromo menunjukkan kegiatan yang benar - benar tenang. Sedangkan pemeriksaan Mei 1984 melaporkan bahwa letusan - letusan terjadi dari 12 s/d 31 Mei. Abu yang dihasilkan oleh letusan tersebut terendap di sekitar kawah. Di bibir kawah setebal lk 1 m.