Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di Direktorat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi Sub.Dit. Inventarisasi Potensi Gunungapi tahun anggaran 2005, dengan cara melakukan pemetaan geologi Gunungapi Iliwerung di Kabupaten Lembata, Pulau Lomblen Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui evolusi pembentukan Gunungapi Iliwerung secara…
Gunungapi Raung berada pada wilayah yang berpenduduk cukup padat merupakan gunungapi strato tipe A, yang terletak di Jawa Timur dan merupakan salah satu gunungapi terbesar yang terdapat dibagian timur Pulau Jawa. PAda bagian puncaknya terdapat kaldera dengan dindingnya yang terjal berkedalaman sekitar 400 - 500 m.
Semeru adalah sebuah gunungapi aktif strato tipe A, dengan Mahameru sebagai titik tertinggi (3.676 mdpL). Gunungapi ini secara administratif termasuk dalam dua wilayah yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten malang, Propinsi Jawa Timur. Gunungapi ini juga termasuk salah satu dari beberapa gunungapi yang sangat giat/aktif.
Secara geografis gunungapi Merapi (2968 m) termasuk ke dalam wilayah kabupaten Magelang, Klaten, Boyolali, dan Sleman, propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe A paling aktif di Indonesia. Gunungapi ini mempunyai tipe strato dengan kubah lava di daerah puncaknya serta mempunyai dua lapangan solfatara yaitu Gendol dan Woro.
Letusan yang tercatat dalam sejarah G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang termasuk klasifikasi tipe A, G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten.
Gunung Gede mempunyai tujuh (7) buah kawah di puncaknya. Mereka adalah Kawah Gumuruh, gede, sela, ratu, lanang, baru dan wadon. Kawah yang aktif hingga sekarang adalah Kawah lanang dan wadon. Kawah kawah tersebut berpotongan satu sama lain yang mengindikasikan perkembangan dan perpindahan titik erupsi ke arah Utara.
Kegiatan inventarisasi bahan galian gunungapi tangkuban parahu, jawa barat ini merupakan bagian kegiatan sub direktorat bimbingan dan informasi gunungapi yang tercakup dalam proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi untuk tahun anggaran 2000.
Di sekitar puncak G. Soputan terdapat beberapa buah kerucut parasit antara lain kerucut G. Aeseput, Weru, kerucut G. Aeseput, Weru, Reindengan, Kalelondei, Manimporok, dan G. Kelewung. Kerucut-kerucut tersebut umumnya bertindak sebagai benteng alam yang dapat membendung aliran lava dan piroklastik apabila terjadi letusan dikawah pusat.
Inventarisasi potensi wisata Gunungapi Kelimutu dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang obyek wisata yang sudah dikenal dan dikelola secara profesional seperti 3 danau kawah di daerah puncak, tetapi juga obyek wisata yang belum dikenal namun mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Berdasarkan persetujuan melalui Surat dari Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Ende, maka penyuluhan/bimbingan G. Kelimutu dipilih di daerah yang dianggap rawan terhadap bahaya letusan G. Kelimutu yaitu Wilayah Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Penyuluhan/bimbingan G.Kelimutu diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Mei 1998, pukul 08.30 WITA di Ruang Serbaguna Sekolah Dasar 3 Wolowaru, Kec. Wo…