Perjalanan ke G. Merapi (Plawangan - Babadan) dilakukan selama 20 hari terhitung dari tanggal 26 Maret - 14 April 1959.
Menurut berita dari Tasikmalaya, yang diterima oleh Kantor Karesidenan Perianagan pada tanggal 7/4-59, maka G. Galunggung tampak mengeluarkan asap yang lebih tebal dari pada yang sudah - sudah, sedangkan dari jauh mengeluarkan asap.
G.Galunggung sejak tgl 7 April bertambah giat bekerjanya. Kegiatan tsb meliputi keluarnya asap yang lebih tebal daripada yang sudah - sudah dan adanya 7 kelompok fumarola diantaranya ada yang terdapat pada G. Warirang.
Pada tgl 11 Mei 1959 jam 12.50, penulis menerima telpon dari kantor kabupaten Tasikmalaya, yang memberitahukan, bahwa dari gn. Warirang (kompleks gn. Galunggung) terdengar suara gemuruh pada malah hari tgl 10 Mei 1959, mulai jam 22.00 antara 2 jam satu kali lamanya 5 detik. Laporan ini berasal dari kecamatan Tjisajong.
Pada saat melakukan ekspedisi di G.Galunggung, penulis memeriksa sendiri dua buah blowhole yang terletak ditepi sumbat lava 1918 sebelah Barat Laut. Bentuk kedua blowhole adalah lonjong, luasnya masing - masing kurang lebih 50 m2 dan kurang lebih 10 m2 dengan suhunya 25 C' dan 28', yang dapat dilihat di dalam foto, adalah yang terbesar.
Berhubung adanya laporan dari kantor kabupaten Tasikmalaya, yang memberitahukan bahwa pada tgl 10-11-1959 jam 22.00 telah terdengar suara gemuruh dari G.Galunggung, maka dua orang pengamat, ialah sdr. Elon dan O.Rukman ditugaskan oleh sdr. Kepala Urusan Vulkanologi untuk mengadakan pengawasan terhadap gunung tsb, dari suatu tempat didaerah Tasikmalaya, untuk waktu selama dua minggu lamanya.
The Kawah Ijen in East Jawa is also a volcano with a craterlake.
Kerdjanja gunung: a. "Sinar api" Hampir terus menerus bisa tam-bara pak pada malam hari pada waktunja torang, dari Kawah Djonggringsloko berwarna morah mu-da (oranja). Tempo2 tampak biru (gloed) jang dihombuskan, (dalam keterangan merupakan fon-tym).
Berita interlokal tgl 25 Djuni 1957 dari Pusat Pendjagaan Merapi di Djokja kepada Pusat Djawatan Geologi di Bandung, melaporkan bahwa, G. Merapi tambah giat. Guguran - guguran benda - benda berapi dari puntjak Trising terus - menerus, turun ke Sektor Trising- Senowo.