Laporan ini disusun berdasarkan hasil pemantauan ke giatan gunung api Krakatau yang secara administratif ter- masuk dalam Kecamatan Rajabasa/Kalianda, Kabupaten Lam- pung Selatan, Propinsi Lampung. Pemantauan kegiatan gunung api Krakatau, merupakan- salah satu kegiatan Bagian Proyek III Pengembangan Pertam bangan dan Energi Wilayah Lampung, Bidang Wilayah Pertam- bangan dan Energi Lampung. Ke…
Pada Pelita V. tahun anggaran 1990 - 1991, proyek pengamatan / pengawasan dan pemetaan geologi gunungapi., telah merampungkan/ memetakan geologi daerah gunungapi Sorik Marapi Padang Sidempuan secara tematik dengan menggunakan peta berskala 1:40.000
Pada Pelita V tahun ke 2 pada tahun anggaran 1990-1991, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya dari Seksi Penanggulangan Bahaya, Subdirektorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke daerah G. Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Dalam tahun anggaran 1988/1989, Direktorat Vulkanologi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan jauh, sesuai dengan program kerja, telah melaksanakan pemetaan geologi Gunung Kaba (Sumatera Selatan) berdasarkan hasil penafsiran dari potret udara.
striking feature of Sunda straits is the volcanic lineament running N3SE direction, from Panaitan island near Ujung Kulon Peninsula ( Java) to Sukadana (SE of Sumatra), and passing through Krakatau archipelago, Sebesi and Sebuku islands, and Mount Rajabasa (Fig. 1). In this group, Krakatau the only volcano which has had historic activity, it is also the only one with strong seismicity
Pada Oktober 1986 penulis berkesempatan untuk melakukan penyelidikan seismik G. Krakatau dengan SPPD No. 1354/0441/3402/86.
Dalam rangka melaksanakan recana kerja Triwulan II, Tim Sumatera dan Jawa Bagian Barat berkesempatan melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di G. Marapi, Sumatera pada Julis 1986 selama 15 hari dengan SPPD No. 589/P/1986.
Dalam rangka melaksanakan Program Pelita IV tahun I, pada 10 Desember 1984 telah diberangkatkan satu regu pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke Gunung Rajabasa selama 60 (enam puluh) hari.
After eruption of 1883, studies on the development or the recovery of natural ecosystem on the Krakatau Islands, especially those of vegetation and fauna, have been of great interest to many scientists. However, as far as we know, only a few studies on the soils were carried out (Ernst, 1908; Van Baren, 1931; Newsome, 1982).
The activities of Anak Krakatau are found to be phenomena of eruptive cycles in the hythms of a long-periodic developmental growth. Before the present-day activity of Anak Krakatau which started in December 1927, we know of earlier outburts of Krakatau in 1883, in 1680 and of the 5th century in the year 416 A.D.