Pelaksanaan pengumpulan data informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di Daerah Bahaya dan Waspada G.Marapi yang kegiatannya terus berlanjut. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Tim Pengumpulan Data Informasi G.Marapi di bawah Sub Direktorat Bimbingan dan Informasi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, pendanaannya melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamata…
G.Sorik Marapi terletak di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara dengan posisi geografis puncaknya berada pada 0°41'11,72" Lintang Selatan dan 99°32′13,09" Bujur Timur. Tinggi dari permukaan laut mencapai 2145 m dari muka laut. G.Sorik Marapi adalah satu gunungapi tipe A yang ada dalam deretan gunungapi aktif di P. Sumatera, dalam sejarah kegiatannya gunung ini pernah beberapa …
Gunungapi Kaba termasuk dalam jajaran gunungapi aktif di wilayah Sumatera bagian selatan. Berdasarkan sejarah letusannya (Tabel 1), G.Kaba merupakan gunungapi tipe A. Sumber letusannya berpindah - pindah tempat sehingga diperlukan penelitian geologi gunungapi dan pengamatan visual maupun kegempaan yang cukup intensif untuk mengetahui perkembangan aktifitas magmatiknya.
G. Talang adalah gunungapi strato yang terletak di Kabupaten Solok. Sumatera Barat dengan posisi geografi 0° 58′42.24" Lintang Selatan dan 100° 40' 46.19" Bujur Timur (Gambar 1). Puncak G. Talang mencapai ketinggian 2597 m di atas muka laut.
Pada tanggal 18 September 1999 telah terjadi gempa tektonik yang melanda sebagian daerah Sumatera Selatan. Kekuatan gempa ini yang dirasakan oleh pengamat di Pos PGA G. Dempo di Pagar Alam antara IV hingga V skala MMI, mengakibatkan kerusakan pada beberapa bangunan rumah dan kantor pemerintahan di Kecamatan Dempo Selatan, Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.
Gunungapi Marapi bertipe strato merupakan gunungapi paling aktif di Sumatra Barat. Gunungapi ini muncul pada jalur pegunungan Bukit Barisan dalam wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Tinggi puncaknya 2891,3 meter di atas permukaan laut atau lebih kurang 2000 meter di atas dataran Bukittinggi dengan posisi geografi 0° 22' 47,2" Lintang Selatan dan 100° 28' 16,71" Bujur Timur.
Maksud dan tujuannya yaitu merekam semua perkembangan di dalam kawasan rawan bencana G.Bur Ni Telong, sistem pemantauan kegiatan vulkanik dan kesiapan pemerintah setempat termasuk masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya letusan G. Bur Ni telong - Aceh.
Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, sehingga menimbulkan pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang cuk…
Di awal tahun 1990-an minat para wisatawan dari mancanegara dan nusantara untuk kembali ke alam (back to nature) semakin bertambah. Keinginan wisatawan ini harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik menjadi salah satu komoditi untuk meningkatkan pendapatan devisa negara maupun pendapatan asli daerah. Hal ini sangat memungkinkan karena kita mempunyai sumber daya alam dan budaya yang beragam. Sa…
Pada Juni 1996 satu Tim dari Direktorat Vulkanologi melakukan kunjungan ke G. Anak Krakatau untuk pemeriksaan dan perbaikan alat yang ditempatkan di lapangan. Sampai laporan ini diturunkan, G. Anak Krakatau masih menunjukkan Selatan yang kegiatan letusannya dengan tinggi berkisar antara 100 sampai dengan 800 m di atas kawah. Kegiatan tersebut dimulai sejak Nopember 1992 kemudian berhenti selama…