Doro Api yang berarti gunungapi merupakan puncak tertinggi dan titik kegiatan G. Sangeang Api yang berada di dalam wilayah administratif Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat, pada posisi geografis 8°11' LB dan 119°3,5' BT. Gunungapi yang bertipe strato tersebut puncaknya menjulang hingga ketinggian 1949 mdpl. Tahun 1512 merupakan penampilannya yang pertama yang d…
Analisis seismograf memberikan wawasan penting mengenai karakteristik kegempaan (seismisitas) Bumi. Informasi ini dapat dilengkapi dengan pengukuran medan magnet di sekitar gunung api, yang berperan penting dalam mengevaluasi dan memantau aktivitas vulkanik. Untuk mendukung proses pengumpulan data tersebut, digunakan sistem ROVS, yaitu sistem berbasis komputer yang mampu mengakuisisi citra seca…
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Bandung Nomor. 141/P/84 dan 142/P/84 masing-masing atas nama Ida Made Jelantik dan K Jani Suwartiyasa ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara Gunung Rinjani. Sebagaimana diketahui bahwa gunung Rinjani adalah gunungapi bentuk strato yang terletak di Pulau Lombok bagian Utara, Nusa Tenggara Barat. Gunungapi ini da…
Dalam triwulan pertama tahun 1992/1993 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi menugaskan satu tim ke G. Lamongan untuk melakukan pendataan kembali pendudukan di sekitar Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Survei dilakukan selama 20 hari dengan petugas terdiri dari 7 orang, terhitung mulai tanggal 8 sampai dengan tanggal 27 Mei 1992.
Laporan ini merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari kelompok kerja Seismik/Magenetik, Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi, yang telah memanfaatkan komputer baik dalam hal, pengolahan data sampai dengan penyimpanan data kegiatan G. Merapi. Penulis melakukan pengamatan sistem tersebut di Yogyakarta dari tanggal 14 Mei sampai 27 Mei 1992.
Terhitung dari tanggal 27 Juni sampai dengan Juli 1992 telah diukur enam stasiun deformasi disekitar G.Gede masing-masing satu kali, kecuali stasiun deformasi Taman Cibodas diukur 2 kali. Keenam stasiun yang telah diukur tersebut ialah : St. Taman Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati, dan St. Situgunung.
Pengukuran ungkit kering dilakukan untuk menunjang penelitian kegiatan gunungapi sampai sejauh mana hasil yang diperoleh. Banyaknya stasiun di G.Gede yang diukur ada 6 (enam) lokasi ialah : St. Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati dan St. Situgunung. Kemudian di G. Cireme sebanyak 6 (enam) stasiun juga, yaitu St. Palutungan, St. Linggarjati, St. Argalingga, St. Cibun…
Peninjauan perkembangan lahar Gunung Kelut dilakukan pada bulan Mei 1992, terutama untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan lahar setelah musim penghujan sampai bulan Mei 1992, sehingga untuk musim hujan berikutnya bisa diperkirakan daerah atau tempat mana saja yang mungkin akan terlanda dan langkah - langkah penanggulangannya.
Pemasangan pilar dan pengukuran deformasi metoda ungkit kering dilakukan sejak mulai bulan Maret 1989. Dari hasil pengukuran Mei 1992 dibandingkan Juli 1991 dari stasiun deformasi yang jaraknya lebih dekat puncak menunjukan perubahan yang tidak berarti/relatif kecil.
Pengukuran deformasi cara ungkit kering (tilting) di sekitar G. T. Parahu untuk memperoleh data pengukuran deformasi, sejak tahun 1986 tidak dilakukan pengukuran dan keadaan aktivitasnya relatif menurun, sedangkan pada permulaan tahun 1992 jumlah gempa vulkaniknnya mulai meningkat, sehingga pada bulan Mei 1992 mulai dilakukan pengukuran deformasi kembali G. Tangkubanparahu, disertakan pengukura…