sebagaimana telah kita ketahui bahwa hingga saat ini klasifikasi tipe gunungapi indonesia dibagi dalam tiga jenis yaitu tipe A, tipe B dan Tipe C. Dari klasifikasi tersebut ada 67 buah gunungapi aktif yang disebut tipe A,, diantaranya 17 di jawa, (kusumadinata, 1979). Menurut kusumadinata (1979) bahwa berdasarkan penyelidikan masih terdapat 8 buah gunungapi tipe A yang belum dibahas karena sebe…
Pemetaan zona risiko bahaya G. Agung ini ditujukan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum mengenai tingkatan risiko yang mungkin timbul sebagai akibat bahaya G. Agung. Informasi tingkatan risiko bahaya G. Agung di suatu wilayah itu dipandang penting sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangan pembangunan di daerah tersebut.
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.
Pemetaan daerah bahaya G. Wee Sino dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada PELITA V tahun 1993-1994. Pemetaan ini dilakukan cleh Seksi Pemetaan Daerah Gunungapi Sub Direktorat Pemetaan Bahaya Gunungapi. Tim terdiri dari Ato Djuhara dan Agus Martono dengan 3.P.P.D No. 995/0441/3402/93 dan 996/0441/3402/93. Lama pemetaan 1 bulan…
Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan Pemetaan Daerah Bahaya G. Anak Ranakah. Pemetaan tersebut dilakukan bulan Juli 1988 dan merupakan penelitian ulang dan pemetaan lanjutan bulan Januari 1988 yang dipetakan oleh Ato Djuhara Wirasaputra. G. Anak Ranakah di komplek G. Mandasawu, termasuk kedalam wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pendud…
Tujuan pemetaan daerah bahaya G. Batur adalah untuk mempersiapkan suatu peta daerah bahaya suatu gunungapi yang mempunyai masa istirahat antara 1 sampai 30 tahun (jangka menengah). Pada 1970, G.Batur telah dipetakan oleh S.Hamidi dkk yang menghasilkan satu peta daerah bahaya setelah terjadi kegiatan letusan paroksimal 1963. Metode penelitian yang dilaksanakan selama pekerjaan ini dilaksanakan a…
G. Gamkonora merupakan salah satu dari beberapa gunungapi aktif strato tipe A di Halmahera, Maluku Utara. Dari data geologi diketahui bahwa produk erupsi G. Gamkonora pada masa lalu diantaranya menghasilkan awan panas dan aliran lava yang sebenarnya cukup jauh hingga ke daerah pantai dan pemukiman di kaki sebelah barat dan baratlaut. Sejarah kegiatan gunungapi Gamkonora menunjukkan bahwa letus…
Mount Umsini ("Oemsini") is internationally listed as an active volcano in the Bird's Head Irian Jaya (New Guinea)/ The mountain occurs at the north end of the Arfak Mountains, a range consisting of tilted and presumably folded early Tertiary turbidite sequences and volcanoclastic rocks that were intruded by Early Oligocene gabbroic rocks. The morphology is characterized by NNW-striking, long, …
G. Makian merupakan sebuah pulau gunungapi yang terletak di sebelah baratdaya P Hamahera, Kabupaten Maluku Utara, Propinsi Maluku. Gunungapi ini lebih dikenal oleh penduduk dengan nama Kie Besi. Menurut sejarah kegiatannya, gunungapi ini masih mengadakan letusan pada waktu lampau, bahkan pada umumnya letusan-letusannya merupakan letusan dahsyat yang menelan korban manusia dan harta benda yang t…
Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan berkelanjutan ini perlu kiranya dilakukan usaha pengantar Tata Ruang dan Tata Guna Lahan di daerah gunungapi sedemikian rupa sehingga manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dapat dipergunakan seoptimal mungkin namun risiko bahaya gunungapinya dapat di tekan seminimal mungkin.…