Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
Pemetaan Zona Risiko Gunungapi Galunggung bertujuan untuk melakukan pengecekan/penelitian tingkat bahaya/risiko secara kwalitatif. Pengecekan lapangan dilakukan terutama mengenai batas - batas zonasi bahaya, pola sebaran aliran piroklastik serta lahar, pemanfaatan lahan dan perhitungan jumlah penduduk setiap pemukiman serta pengumpulan data - data lapangan yang berkaitan dengan faktor sosial ek…
Pemetaan zona risiko bahaya G.Kelut dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkatan risiko yang timbul sebagai akibat bahaya G.Kelut dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Pemetaan zona risiko bahaya G.Guntur dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkat risiko yang timbul sebagai akibat bahaya letusan G.Guntur dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Pemeriksaan bahan letusan G.Semeru yang terjadi pada tanggal 3 Februari 1994 dilakukan penulis dengan SPPD No. /0441/3402/94 selama 10 hari termasuk perjalanan 2 hari Daerah pemeriksaan meliputi B.Kobokan yang letaknya di Desa Supitupang dan B.Kembar termasuk Desa Sumberurip kecamatan Pronojiwo, sedangkan pemeriksaan kali laharan meliputi daerah aliran B.Kobokan, K. Liprak, dan K. Rejali yang m…
Pemetaan daerah bahaya G.wilis dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada PELITA V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari awal Oktober 1992 s/d awal November 1992, dengan menggunakan peta topografi berskala 1 : 50.000 sebagai peta dasar dan 1 : 100.000, edisi U.S.A.M.S. (FE) yang dikompilasi dari Jawa dan Madura pada 1964.
Pemetaan daerah bahaya G.Talaga Bodas merupakan penentuan daerah bahaya utama dan daerah bahaya sekunder atau biasa juga disebut daerah waspada, berdasarkan sejarah letusan lampau dan laporan peneliti terdahulu serta data geologi di lapangan.
Pemetaan daerah bahaya G.Talaga Bodas merupakan penentuan daerah bahaya utama dan daerah bahaya sekunder atau biasa juga disebut daerah waspada, berdasarkan sejarah letusan lampau dan laporan peneliti terdahulu serta data geologi di lapangan.
Sehubungan belum ditemukannya terowongan inlet Ampera gunung Kelud yang pelaksanaan penggaliannya dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya Kediri, maka pada tanggal 11 Desember 1991 koordinator Tim G.Kelud menugaskan Sdr. Agus Martono, Sdr, Edy Firman beserta penulis dengan SPPD No. 11, 12, dan 13/PK/91 ke G.Kelud di Kediri Jawa Timur.
Dalam periode Pelita IV tahun anggaran 1988-1989, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Penanggulangan Ba-haya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkano logi ke G. Ciremai. Tim Pemetaan terdiri dari Sumarna Hamidi, B.Sc (SPPD No. 2187/0441/3402-1989). Ato Djuhara (SPPD No. 2188/0441/3402/89), Agus Martono (SPPD No. 2189/0441/3402/198…