Kegiatan vulkanik G. Kelimutu diamati secara terus menerus dari sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Kp. Kolorongo lk 3 km (jarak datar) dari puncak. Pengamatan dilengkapi dengan metoda gempa/seismik dengan jenis seismograf Hosaka satu komponen. Kegiatan vulkanik G. Kelimutu dalam Juni 1996 aktif normal, setelah pada April - Mei 1996 meningkat yang ditandai oleh perubahan warna air Danau Kawa…
Dalam September 1996 telah dilakukan pendakian ke kawah G. Batur untuk memperoleh data kegiatan G. Batur dari dekat. Pada pendakian tersebut dilakukan pengukuran suhu solfatara pada beberapa lokasi di puncak G. Batur. Disamping melakukan pendakian dilakukan pula pengamatan gempa. Pengolahan data gempa yang dilakukan adalah menghitung frekuensi kejadian, magnituda rata - rata, modus, energi, dan…
Untuk mengamati kegempaan G.Sirung, sejak tgl 11 September telah dioperasikan seismograf portable PS-2. Seismograf ini terdiri dari seismometer komponen vertikal model L4 dan rekorder model PS-2. Kemudian, selama pengamatan dari tgl 11 sampai dengan 22 September, seismograf hanya merekam gempa tektonik jauh sebanyak 2 kejadian yaitu pada tgl 13 September, sedangkan gempa vulkanik tidak terekam.
G. Iliboleng terletak di Kec. Adonara Timur, P. Adonara, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusatenggara Timur. Secara geografi G. Iliboleng terletak pada posisi 8º 20,5′ Lintang Selatan dan 123°15,5' Bujur Timur (Gb.1) dengan ketinggian lk. 1659 m di atas permukaan laut. G. Iliboleng digolongkan gunungapi aktif type A. Kegiatan letusannya tercatat lk. 15 kejadian sejak September 1885 sampai …
Gunung Sangeang Api adalah gunungapi aktif tipe A yang terletak di P. Sangeang yakni suatu pulau kecil dibagian Timur P. Sumbawa, Provinsi Nusatenggara Barat termasuk dalam wilayah Kecamatan Wera Timur. Posisi geografi gunung ini tercatat di beberapa Publikasi Vulkanologi, yakni 8°11" Lintang Selatan dan 119°3,5" Bujur Timur. Puncaknya disebut Doroapi yang berarti suatu gunungapi, selain i…
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu G.iliwerung dilakukan pada tanggal 23 Oktober 1995. Pendakian ke G.Iliwerung memerlukan waktu lk. 2 jam dari Kp. Lerek. Di Puncak G. Iliwerung terdapat rekahan - rekahan yang melingkari kawah. Kawahnya tampak kering dan terdapat longsoran - longsoran dari dinding kawah. Di dalam kawah hanya tampak satu tembusan solfatara yaitu di dinding sebelah barat. Ting…
Direktorat Vulkanologi telah membangun dan mengoperasikan Pos Pengamatan G. Tambora yang terletak di Doropeti, Kec. Kempo, Kab. Dompu, NTB. Metoda pemantauan yang dipakai selama ini adalah cara visual dan gempa. Kemudian, dalam upaya memperlancar pengamatan gempa maka pada akhir Juli 1995 personel dari Seksi Bali & Nusatenggara bertugas untuk mengganti seismograf Hosaka dengan model PS-2.
Untuk melihat kegiatan G. Sirung dari dekat, maka pada tgl 28 Oktober telah dilakukan pendakian ke Kawah G.Sirung. Perjalanan dilakukan dengan route Kp. Kaka-Kawah yang memerlkan waktu lk. 2 jam. Kemudian, dari hasil pengamatan gempa sejak September 1994, jumlah vulkanik di G. Sirung paling banyak 3 kejadian per bulan. Sedangkan gempa tektonik terekam seismograf paling banyak 5 kejadian per bul…
Sesuai dengan rencana kerja dalam tahun anggaran 1994/1995 penulis beserta Sdr. Kusma dan Muarif dalam Mei 1994 melakukan tugas di G.Iya dan G.Rokatenda. Kerja yang dilakukan meliputi perbaikan seismograf, pengamatan gempa, visual dan pemeriksaan kawah. Tulisan ini disusun berdasarkan hasil tugas G.Iya, sedangkan laporan G.Rokatenda telah disusun terpisah.
Tulisan ini dibuat sebagai laporan perkembangan kegiatan gempa G.Iliboleng periode Mei - Oktober 1994. Dalam laporan ini akan dibahas mengenai kecepatan semu dan arah datang gelombang gempa yang terjadi pada periode tersebut. Data tersebut dibandingkan dengan data gempa sebelumnya sehingga diharapkan dapat memperoleh gambaran tingkat kegiatan G.Iliboleng pada periode Mei - Oktober 1994