Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Peningkatan kegiatan vulkanik terakhir G. Raung terjadi pada Juli - September 1990 berupa peningkatan kegempaan disertai letusan abu (Erfan dkk, 1990). Sedangkan kegiatan vulkanik Kawah Ijen yang dicirikan oleh erupsi magmatik dan freatik, memperlihatkan peningkatan kegiatan yang terakhir pada Juli - Agustus 1993 berupa letusan freatik yang diawali dengan terekamnya tremor vulkanik yang terus m…
Ciri erupsi G.Semeru sejak 1967 adalah letusan bertipe vulkanian - strombolian yang terjadi pada interval antara 20 menit sampai 1 jam. Erupsi yang besar disertai oleh aliran lava, awan panas, dan lahar. Aktifitas gunungapi ini diamati terus menerus oleh Direktorat Vulkanologi dari 3 Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yaitu Tawonsongo sebelah timur, di G. Sawur sebelah selatan dan di Argosuko sebe…
Berdasarkan data geologi (pra-sejarah) serta data kegiatan masa sejarah, Direktorat Vulkanologi memandang perlu memantau kegiatan vulkanik G. arjuno-Welirang secara terus menerus. Hal tersebut dibuktikan dengan dibangunnya Pos Pengamatan PGA G. Arjuno - Welirang yang memantau kegiatan Gunungapi tersebut secara visual dan kegempaan yang operasionalnya sejak Februari 1995.
Dalam rangka memantau kegiatan vulkanik G.Bromo, dilakukan pengamatan keadaan visual dan seismik G.Bromo saat ini, serta mengevaluasi kegiatan vulkanik dalam 5 (lima) tahun terakhir ini (1989 - 1994).
Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…
Dalam mengetahui situasi Komplek G.Dieng selama Januari - November 1994 ini, dilakukan evaluasi kegiatan vulkanik dataran tinggi Dieng selama waktu tersebut. ditinjau dari pengamatan visual, pemeriksaan kawah/lapangan fumarola serta kegempaan.
Pegunungan Dieng merupakan gunungapi aktif type A, yang seringkali menunjukkan kegiatan dan letusan yang umumnya bersifat freatik. Kegiatan ini kadangkala menimbulkan banyak korban yang umumnya disebabkan oleh gas racun yang keluar dari lubang letusan lama. Sedikitnya ada tiga jenis potensi bahaya geologi di Pegunungan Dieng yaitu bencana gerakan tanah, letusan freatik, dan gas.
Selama beberapa tahun terakhir ini kegiatan vulkanik G.Slamet dicirikan dengan aktifitas hembusan asap yang terjadi di sekitar kawah puncak, serta rekaman seismik di dominasi oleh gempa - gempa permukaan. Sejak 1988 sampai 1993 gempa permukaan terus terekam meskipun saat laporan ini ditulis (Oktober 1993) jumlah gempa permukaan menurun cukup drastis dibandingkan waktu - waktu sebelumnya. Hembus…
Puncak dari peningkatan kegiatan vulkanik Kawah Ijen ini diperlihatkan dengan terjadinya beberapa kali letusan freatik pada 3, 4, 7 Juli dan 1 Agustus 1993. Kegiatan vulkanik ini dianggap merupakan peningkatan kegiatan yang cukup menonjol secara visual maupun seismik dalam sejarah pengawasan Direktorat Vulkanologi terhadap Kw. Ijen.