Dalam rangka melaksanakan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, tahun 1980/1981, dalam pelita III. Berdasarkan SPPD No. 2177/P/1981, SPPD NO. 2189/P/1981 dan SPPD No. 2192/P/1981 untuk Sdr. Iryanto B.Sc, Sdr. I.W.No-ngos Tapayasa dan Sdr. Gasfar Hare Roma ditugaskan untuk mengadakan pemeriksaan G.Ili Werung, G.Hobal dan G. Rokatenda di NTT. Pemeriksaan ini dilakukan untuk …
Jaringan seismik regional center di Gunung Batur/Agung Bali terdiri 4 stasiun seismograf d kawasan Gunung Batur dan 4 di kawasan Gunung Agung, sensor yang dipasang di masing-masing stasiun seismograf adalag seismometer :4-C satu komponen yaitu komponen vertikal, data dari stasiun lapangan masih dalam bentuk analog yang setelah sampai di stasiun penerima di Pos Rendang direkam dalam bentuk kerta…
Gunung Agung di Bali merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia, bertipe strato dengan komposisi magma andesitik. Puncak Gunung Agung memiliki ketinggian sekitar 3114 m di atas permukaan laut. Letusan katastofik terakhir terjadi pada 19 Februari 1963 dan proses erupsi itu baru berakhir pada Januari 1964. Tipe letusan diataranya diwarnai dengan adanya awan panas letusan yang menelan korba…
Pada November 2010 aktifitas G. Bromo meningkat sehingga pada 23 November pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas G. Bromo dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi level III (Siaga). Aktivitas masih terus meningkat sehingga pada Tanggal 23 November 2010, pukul 15.30 WIB dinaikkan lagi dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
Secara geografi gunungapi Agung termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Puncak tertinggi terletak pada 3014 m dpl. Gunungapi ini termasuk gunungapi strato, berbentuk kerucut, perkembangannya di bentuk dalam beberapai perioda. Perioda pertama merupakan pembentukan kaldera dengan sisa-sisa kaldranya antara lain bukit Tabis, Cemara dan Kodangdia, tersusun oleh aliran lava da…
G. Inelika merupakan salah satu gunungapi katif tipe A yang berada di Pulau Flores, Kabupaten Ngada (Bajawa), Flores Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai G. Inelika dari Kota Bajawa sangat mudah sekali, karena sarana pencapainnya telah ada, baik dengan menggunakan roda dua maupun roda empat. Dari Kota Bajawa kita menuju ke arah utara yaitu jalur ke Desar Gou dengan jarak ke loka…
G. Batur merupakan salah satu gunungapi teraktif di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. G. Batur (1717 m) bertipe strato terletak di dalam Kaldera Batur purba yang berdanau. Kaldera ini mempunyai luas 13,8x10 km2 dan danau yang terletak disebelah timur-tenggara berbentuk bulan sabit mempunyai luas 2,5x7,5 km2, tinggi permukaan danau sekitar 1031 m dari permukaan laut.
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau. Ke 21 gunung api tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaan kawah) maupun dengan kegempaan. Seismograf yang di pasang di setiap gunungapi telah beroperasi lama, sehingga sering mengala…
G. Kelimutu adalah salah satu gunungapi aktif tipe A yang terdapat di P. Flores, tepatnya di Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Propinsi Nusatenggara Timur, dengan puncak tertingginya 1640 m di atas permukaa laut. G. Kelimutu terkenal luas di dalam negeri maupun luar negeri karena tiga danau kawahnya yang memiliki warna air yang berbeda, sehingga menjadikan gunung ini sbegai primadona obyek wi…