Dalam Pelita VI tahun anggaran 1998/1999 Tim Penyampaian Informasi Penyuluhan Gunungapi, Sub Dit Bimbingan dan Informasi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan penyuluhan tentang kegiatan Gunungapi Iya dan dampak lingkungan yang dilakukan di Kecamatan Ende Selatan. Penyuluhan dilakukan pada bulan Mei 1998.
Kegiatan pengumpulan bahan informasi G. Ebulobo ini dilakukan dari tanggal 24 Mei 1998 sampai dengan 5 Juni 1998. Pengadaan bahan informasi yang meliputi pengamatan dan pendataan kependudukan di dalam Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ebulobo dan sekitarnya, dengan cara melakukan pendataan/pengecekan langsung ke lapangan.
Pengumpulan data dan informasi G.Iya di lapangan dititik beratkan pada pendataan kependudukan di daerah bahaya untuk menghadapi letusan yang akan datang. Selain itu, pengumpulan data antara lain : data letusan masa lampau, jenis - jenis bahaya yang ditimbulkan oleh G. Iya, daerah - daerah yang pernah dan mungkin akan terlanda lagi, kampung - kampung di daerah bahaya, arah dan tempat pengungsian…
Pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui perkembangan akhir aktivitas gunungapi tersebut maupun perkembangan wilayah di sekitar G. Kelimutu. Pendataan yang utama adalah masalah kependudukan, terutama yang berada didalam daerah yang termasuk bahaya primer dan sekunder, lahan usaha serta jalur - jalur sebaran hasil erupsi terdahulu yang biasanya melalui lembah ataupun sungai.
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk dapat mengikuti perkembangan akhir didalam wilayah Daerah Bahaya dan Waspada sekitar Gunungapi Anak Ranakah. Pendataan diutamakan pada masalah kependudukan, lahan-usaha, jalur sebaran bahaya yang umunya melalui lembah dan sungai serta pelaksanaan pengungsian melalui suatu mekanisme yang relatif aman, mudah, dan benar.
Tim pengumpulan bahan informasi ditugaskan ke daerah G. Rinjani dari tanggal 2 Juni 1995 sampai dengan tanggal 29 Juni 1995 dengan maksud untuk mengetahui perkembangan baik aspek sosial serta investasi lainnya maupun aspek kegunungapian setelah erupsi terakhir beberapa bulan yang lalu terutama bagi tempat - tempat yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan wilayah Daerah Waspada.
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengikuti perkembangan akhir wilayah di sekitar G.Boleng dan kegiatan gunungapinya. Pendataan diutamakan masalah kependudukan, lahan-usaha, jalu sebaran bahaya yang biasanya melalui lembah dan sungai seta sarana dan prasarana yang menunjang upaya atau pelaksanaan pengungsian, melalui suatu mekanisme yang relatif aman dan benar.
adan Geologi menyiapkan Manajemen Penyelidikan dan Pelayanan Bidang Geologi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dengan berpedoman kepada Mandat Undang-undang terkait, RPJM Nasional dan Renstra KESDM serta peraturan perundangan lainnya yang terkait sebagai pedoman dalam pengejawantahan serta arah kebijakan program kerja Badan Geologi.
Banyaknya gempa bumi, tsunami, dan gunung api aktif menimbulkan dampak besar yang mengancam penduduk secara langsung, sehingga diperlukan analisis dan penang-gulangan bencana serta bahaya geologi dengan mempertimbangkan tata ruang. Hal ini menjadi tugas penting bagi pemerintah Indonesia
Pembuatan dokumentasi dan pengumpulan bahan infomasi Gunungapi Kie Besi adalah dimaksudkan sebagai kegiatan untuk pengumpulan data meliputi morfologi gunungapi, geologi gunungapi, kondisi terakhir kawah - kawah di sekitar G.Kie Besi, daerah kawasan rawan bencana dan tata guna lahan dalam upaya mitigasi bencana.