G. Kelud merupakan gunungapi aktif tipe A bertipe vulkano - plinian. Kawasan Rawan Bencana (KRB) G. Kelud dibagi menjadi tiga (3) wilayah berturut-turut dari tingkat kerawanan tertinggi ke terendah, yaitu: Kawasan Rawan Bencana III (KRB III), Kawasan Rawan Bencana II (KRB II), dan Kawasan Rawan Bencana I (KRB I). KRB III berpotensi tinggi terlanda aliran awan panas berada di sektor utara, selat…
Gunungapi Perbakti adalah gunungapi aktif tipe C berada sebelah baratdaya Gunung Salak. Secara adminisratif terletak di Kabupaten Sukabumi dan sebagian Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Saat ini G. perbakti telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga panas bumi. Selin itu unit permukiman, lahan pertanian terdapat di sekitar gunungapi ini.
Gunung Wilis merupakan salah satu gunung tipe stratovolcano dengan ketinggian sekitar 2563 m dpl, terletak soliter diantara kelompok gunung yang disebabkan oleh pengangkatan di sisi sebelah selatan. Tidak ada catatan sejarah pasti yang menerangkan tentang erupsi gunung Wilis. Yang tercatat hanyalah keberadaan fumaroles dan lubang berisi lumpur dan terdapat di dekat danau ngebel pada lereng gunu…
G. Sumbing (2508 m dpl) merupakan gunungapi yang masih menjadi perdebatan para pakar gunungapi, apakah termasuk kedalam Tipe A atau Tipe B. Menurut sebagian pakar bahwa, gunungapi ini termasuk kedalam Tipe A karena pra 1600 tepatnya pada tahun 1909 dn 1921 pernah terlihat aktivitas vulkanik walaupun informasi tentang kegiatan ini tidak begitu jelas.
G. Ungaran merupakan salah satu gunungapi aktif tipe B yang berada di wilayah Kabupaten Semarang dan Kendal, Propinsi Jawa Tengah. Dalam usaha mitigas bencana erupsi G. Ungaran diantaranya adalah dengan melakukan Pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB) G. Ungaran. Berdasarkan sejarah letusannya, G. Ungaran termasuk gunungapi tipe B yaitu gunungapi yang belum pernah meletus sejak tahun 1600.
Perkembangan pemukiman di sekitar lereng gunungapi ini sangat pesat, terbukti dengan banyaknya bangnan-bangunan dari tipe sederhana hingga real estate dan villa serta hotel-hotel berbintang yang jaraknya sekitar 6 km dari puncak G. Gede. Disamping itu, aset-aset penting seperti Taman Nasional Cibodas yang merupakan tujuan wisata, perkebunan teh dan Istana Peristirahatan Presiden di CIpanas juga…
Pemukiman di sekitar lereng gunungapi ini cukup padat, malahan di kaki baratdaya G. Salak terdapat lapangan panas bumi yang sudah beroperasi sebagai pembangkit listrik. PAda tahun 1698/1699 terjadi letusan yang merusak dan terakhir pada 1938 terjadi letusan freatik. Untuk mengantisipasi jika terjadi lagi letusan di masa datang, perlu dilakukan pemetaan kawasan rawan bencana untuk mengurangi kor…
G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten. Sejak letusan terakhir 1992 hingga saat ini (2006), lebih kurang 14 tahun, G. Slamet belum pernah meletus. Berdasarkan catatan sejarah kegiatannya, masa istirahat terpendek adalah 1 tahun dan terpanjang adalah 53 tahun.
Gunungapi Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang pernah mengeluarkan aliran awan panas, aliran lava dan jatuhan piroklastik. Produk yang dikeluarkan gunungapi tersebut dapat membahayakan serta memusnahkan semua yang dilaluinya. Untuk mengantisipasi serta mengurangi korban yang mungkin terjadi, maka perlu dilakukan evaluasi Kawasan Rawan Bencana Gunungapi.
Letusan yang tercatat dalam sejarah G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang termasuk klasifikasi tipe A, G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten.