Gunungapi Kelimutu (1640 m) merupakan gunungapi aktif majemuk bertipe strtao, terletak di Kabupaten Endeh, Flores Tengah, Nusa Tenggara Timur. Pada puncak gunungapi ini terdapat 3 buah danau kawah yang mempunyai warna berbeda. Ketiga kawah tersebut disebut juga telaga tiga warna yang merupakan obyek wisata yang sangat menarik dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
G. Inelika merupakan salah satu gunungapi katif tipe A yang berada di Pulau Flores, Kabupaten Ngada (Bajawa), Flores Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai G. Inelika dari Kota Bajawa sangat mudah sekali, karena sarana pencapainnya telah ada, baik dengan menggunakan roda dua maupun roda empat. Dari Kota Bajawa kita menuju ke arah utara yaitu jalur ke Desar Gou dengan jarak ke loka…
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau. Ke 21 gunung api tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaan kawah) maupun dengan kegempaan. Seismograf yang di pasang di setiap gunungapi telah beroperasi lama, sehingga sering mengala…
G. Kelimutu adalah salah satu gunungapi aktif tipe A yang terdapat di P. Flores, tepatnya di Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Propinsi Nusatenggara Timur, dengan puncak tertingginya 1640 m di atas permukaa laut. G. Kelimutu terkenal luas di dalam negeri maupun luar negeri karena tiga danau kawahnya yang memiliki warna air yang berbeda, sehingga menjadikan gunung ini sbegai primadona obyek wi…
Gunung Sirung merupakan gunungapi aktif yang terletak di selatan P. Pantar, secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pantar Kabupaten Kalabahi Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tinggi puncak Sirung adalah 862 m dari atas permukaan laut. Gunung Sirung merupakan gunungapi termuda yang letaknya paling ujung timur laut diantara deretan gunungapi-gunungapi tua yang telah di anggap mati.
G. Rokatenda termasuk gunungapi aktif tipe A, dengan catatan letusan sebanyak 8 kejadian sejak tahun 1928. Periode istirahat G. Rokatenda bervariasi antara 1 hingga 35 tahun. Letusan yang banyak menimbulkan korban jiwa terjadi pada tahun 1928, yaitu sebanyak 266 orang meninggal dunia. Dari hasil penelitian geologi foto disimpulkan bahwa periode kegiatan G. Rokatenda dibagi dalam 4 tahap, dimana…
Pasca letusan G. Inelika 11 Januari 2002, telah merubah anggapan masyarakat setempat terhadap keberadaan G. Inelika yang sebelumnya hanya menganggap sebuah bukit (gunung) mati dan dapat diperlakukan apa saja, kini masyarakat telah sedikit banyak mulai ''memperhitungkan" keberadaanya, hal terbukti ketika Tim Direktorat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geolohi mewawancara mereka pada tanggal 27 da…
Mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pada pasal 286 butir (1). Seksi bimbingan mempunyai tugas untuk Menyiapkan bahan penyusunan, pengawasan dan evaluasi bimbingan teknis pameran dan publikasi; penyuluhan mitigas bencana bagi penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana g…
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau yaitu: 2 gunungapi di P. Bali, 1 gunungapi di P. Lombok, 2 gunungapi di P. Sumbawa, di P. Lomblen dan 1 gunungapi di P. Pantar. Ke 21 gunungapi tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaa…
G. Lewotobi Laki-laki dan G. Lewotobi Perempuan adalah gunungapi aktif di P Flores. Secara administratif kedua gunung tersebut terletak di Keca,atan Wulanggitang. Kabupaten Flores Timur, Nusatenggara Timur. G. Lewotobi Laki-laki berbentuk kerucut runcing, tingginya 15854 m dpl. Kawahnya berdiameter 400 m berbentuk bulan sabut, terbuka ke arah utara. erupsi G. Lewotobi Laki-laki diketahui sejah …