Ten einde een juiste beeld te krijgen van werkingvan den Semerce is de onderstaande, lijst en grafiek (Plaat ) samengesteld uit de geschriften welke ter be-schikking staan. Daaruit blijkt niet, dat de vulkaan voort-durend gewekt heeft, wel echter dat hij herhaaldelijk uitbars-tingen heeft vertoond. Zeer zeker is de lijst onvolledig en de eruptieve werking telkens van langer duur geweest, dan hi…
of much more importance of the surrounding plains of the Senera is tow aquatic transportaton of the ejected products, the was danger. When we travel the area between Lunajang and Pasirian and the S foot of the volcano till the Kali Glidik, then it becomes clear to anybody which role the aquatic transportation of the Semeru products fulfils in the economic life of the here established populat…
In 1885 a part of the southen collapse due to the pressure of the lava in the Semeru
Pelaksanaan Zona Risiko Bahaya Gunungapi G. Semeru, Jawa Timur, dimulai dari tanggal 23 Mei 1994 sampai dengan 16 Juni 1995. Tujuan dari pada pemetaan ini adalah untuk mengetahui tingkat nilai risiko yang timbul pada objek - objek bencana di dalam suatu kawasan rawan bencana.
Pembuatan dokumentasi di G. Semeru mempunyai beberapa saran dan makna, di antaranya : (1) Mengumpulkan sejarah kegiatan dam bencana yang ditimbulkannya; (2) Menginventarisasikan keadaan di kawasan yang dianggap sangat berbahaya; (3) Rekaman gambar berupa foto dan video.
Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
Laporan pemetaan aliran lahar kali kobokan memiliki tujuan untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Aliran Lahar, guna mengetahui sebaran lahar disekitar kali Kobokan.
Penyelidikan deformasi G. Semeru dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang adanya suatu aktivitas suatu gunungapi yang menimbulkan perubahan bentuk tubuh gunungapi dan perkembangan deformasinya juga untuk melengkapi titik - titik ukur yang telah ada sebelumnya di Argosuko agar pemantauan menjadi lebih efisien.
Awan panas letusan - letusan G. Semeru tanggal 3 Februari 1994 terjadi kearah selatan yaitu 11,5 km dan mengendap disepanjang sungai B.Kobokan dengan jumlah endapan kurang lebih 4,6 juta m3 dan 9 km kearah jalur sungai B. Kembar dengan jumlah endapan 1,7 juta m3.
Dalam menghitung jumlah endapan awanpanas dan volume kosong lembah sungainya, maka dilakukan pembuatan penampang melintang sepanjang Sungai B. Kembar dan Sungai B.Bang.