Dalam membantu dalam penentuan batas sebaran awan panas dan penghitungan daya tampung K. Bedog digunakan altimeter saku, penduga jarak (range finder), kompas geologi, pita ukur serta kamera untuk kelengkapan dokumentasi.
Dalam menghitung jumlah endapan awanpanas dan volume kosong lembah sungainya, maka dilakukan pembuatan penampang melintang sepanjang Sungai B. Kembar dan Sungai B.Bang.
Peningkatan kegiatan vulkanik terakhir G. Raung terjadi pada Juli - September 1990 berupa peningkatan kegempaan disertai letusan abu (Erfan dkk, 1990). Sedangkan kegiatan vulkanik Kawah Ijen yang dicirikan oleh erupsi magmatik dan freatik, memperlihatkan peningkatan kegiatan yang terakhir pada Juli - Agustus 1993 berupa letusan freatik yang diawali dengan terekamnya tremor vulkanik yang terus m…
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan serta memberikan pengarahan - pengaahan kepada penduduk disekitar Daerah Bahaya G.Semeru yang di prakarsai oleh Pemda Lumajang, Direktorat Vulkanologi diundang untuk memberikan penjelasan tentang keadaan G. Semeru serta bahayanya.
Ciri erupsi G.Semeru sejak 1967 adalah letusan bertipe vulkanian - strombolian yang terjadi pada interval antara 20 menit sampai 1 jam. Erupsi yang besar disertai oleh aliran lava, awan panas, dan lahar. Aktifitas gunungapi ini diamati terus menerus oleh Direktorat Vulkanologi dari 3 Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) yaitu Tawonsongo sebelah timur, di G. Sawur sebelah selatan dan di Argosuko sebe…
Pemetaan zona risiko bahaya G.Guntur dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkat risiko yang timbul sebagai akibat bahaya letusan G.Guntur dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Seksi Jawa Bagian Tengah dan Timur, pada triwulan pertama tahun 1995, diawali dari G.Slamet dibangun bak dari tembok tempat penyimpanan beberapa instrumen alat pemantauan seismik, dari pembangunan baik ini diharapkan dapat menghindari sekecil mungkin gangguan yang bakal terjadi.
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi maka pada tanggal 7 Juli 1995 Tim Instrumentasi telah mengoperasikan seperangkat sistim. seismograf telemetri radio satu komponen (tegak) buatan Kinemetrics.
Melalui Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi, Direktorat Vulkanologi telah membeli dua buah alat ukur ungkit elektronik bersumbu dua (biaxial electronic tiltmeter) buatan Applied Geomechanics model 711-2 yang digunakan untuk memantau kegiatan G.Slamet di Jawa Tengah.
Sejak abad ke-19 G.Semeu sangat giat, letusannya berlangsung di kawah utama. Diketahui paling sedikit satu kali terjadi letusan samping disertai leleran lava. Semua ancaman bahaya terutama hanya mengarah ke timur dan selatan. Sebagian besar masuk dalam wilayah Kabupaten Lumajang.