Alat pemantau kegiatan gunungapi dengan sistem elektronika perlu mendapat perawatan dan pemeliharaan yang seksama mengingat kepekaannya terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan atau gangguan yang dapat mengganggu terhadap kesinambungan data yang diperoleh dari ketelitiannya. Seperti halnya alat pemonitor ungkit (tilt) elektronika yang telah dipasang di Gunung Tangkubanparahu sejak tahun 1985 y…
Status aktivitas G. Merapi pada triwulan I (April - Juni 1999) berada pada status "aktif normal" yang berlaku sejak pertengahan bulan Januari 1999, secara visual tercermin dengan asap solfatar berwarna putih tebal, tekanan lemah, tinggi asap maksimum berkisar antara 100 - 600 meter, kecuali pada tgl 11 Juni 1999 tinggi asap maksimum mencapai 1000 meter terukur dari Pos Pengamatan Selo pada jam …
Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
Telah dilakukan pemantauan Gunung Merapi secara terpadu dari berbagai bidang yang ada di Seksi Penyelidikan Gunung Merapi pada bulan September 1995. Kegiatan utama bidang geokimia yaitu pengambilan gas vulkanik, kondensat, dan pengukuran temperatur di Puncak Gunung Merapi.
Berdasarkan data geologi (pra-sejarah) serta data kegiatan masa sejarah, Direktorat Vulkanologi memandang perlu memantau kegiatan vulkanik G. arjuno-Welirang secara terus menerus. Hal tersebut dibuktikan dengan dibangunnya Pos Pengamatan PGA G. Arjuno - Welirang yang memantau kegiatan Gunungapi tersebut secara visual dan kegempaan yang operasionalnya sejak Februari 1995.
Selama beberapa tahun terakhir ini kegiatan vulkanik G.Slamet dicirikan dengan aktifitas hembusan asap yang terjadi di sekitar kawah puncak, serta rekaman seismik di dominasi oleh gempa - gempa permukaan. Sejak 1988 sampai 1993 gempa permukaan terus terekam meskipun saat laporan ini ditulis (Oktober 1993) jumlah gempa permukaan menurun cukup drastis dibandingkan waktu - waktu sebelumnya. Hembus…
Puncak dari peningkatan kegiatan vulkanik Kawah Ijen ini diperlihatkan dengan terjadinya beberapa kali letusan freatik pada 3, 4, 7 Juli dan 1 Agustus 1993. Kegiatan vulkanik ini dianggap merupakan peningkatan kegiatan yang cukup menonjol secara visual maupun seismik dalam sejarah pengawasan Direktorat Vulkanologi terhadap Kw. Ijen.
Laporan ini merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari kelompok kerja Seismik/Magenetik, Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi, yang telah memanfaatkan komputer baik dalam hal, pengolahan data sampai dengan penyimpanan data kegiatan G. Merapi. Penulis melakukan pengamatan sistem tersebut di Yogyakarta dari tanggal 14 Mei sampai 27 Mei 1992.
Berdasarkan parameter kegempaan, mengacu pada harga perioda rata - rata, maka diperkirakan bahwa sumber kantung (pocket) magma G.Slamet berada di kedalaman yang relatif dangkal.
Peta daerah gunungapi merupakan salah satu bahan yang dipergunakan untuk penanggulangan bahaya, karena di dalamnya telah diterangkan hasil berbagai metoda kegunungapian tentang penyebaran dan jenis bahaya yang mungkin timbul oleh kegiatan gunung api tersebut.