Pada 1978 longsoran besar yang masuk ke dalam danau kawah G. Kelut, yang mengakibatkan perobohan topografi dalam kawah dan tebing kawah yang longsor yang berarti robahnya pula isi air dalam danau kawah.
Salah satu usaha penanggulangan yang akan terjadi, yaitu untuk mengurangi bahaya dan kerusakan yang di akibatkan oleh bahan letusan. P.U. telah membuat beberapa buah tanggul serta dan diantaranya adalah : di Besuk Kobokan, letaknya di sebelah bawah Pos Pengairan Besuk Kobokan, pada cabang Besuk Kobokan dan Radjali juga di buatkan beberapa tanggul untuk membelokkan arah aliran sungai tersebut.
Gunung Lamongan (Gunung Lomongan) termasuk Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Propinsi Jawa Timur. Penyebaran produknya diperkirakan hampir campai ke daerah Probolinggo di utara corta ke daerah Lumajang di solatan. Di sebelah timur dan barat masing-masing berbatasan dongan produk Fogunungan Ijang/Argopuro dan Pegunungan Tengger/Bromo. Daorah ini diduga meliputi Kabupatan-kabupaten Besuki, je…
Sesuai dengan Rencana Kerja Seksi Pemetaan Geologi en-dapan gunungapi, maka pada tanggal 16 Oktober 1980 te-lah berangkat tim pemetaan sebanyak 10 orang untuk me lakukan pemetaan daerah gunung Lawu/Kukusan dan seki tarnya.
Pemetaan geologi Komplek G. Lamongan dilaksanakan sesuai dengan Rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi, Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi, dalam Repelita III tahun II, Pemetaan ini diprioritaskan berhubung permasalahan di Komplek Gunungapi belum terungkapkan secara jelas.
Pada 21 Desember 1979 dengan SPD no. 1306/P/1979 dan no. 1305/P/1979 sdr. Ato Djuhara Wirasaputra dan saya ditugaskan ke G. Arjuno-Welirang untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pembuatan peta daerah bahayanya. G. Arjuno-Welirang adalah gunungapi Kembar di Jawa Timur
Pemetaan situasi dan pemeriksaan banjir lahar atau dengan kata lain ialah banjir bandang yang terjadi pada tgl. 13 dan 17 Nopember 1976, dilakukan oleh penulis disertai Sdr. Sobana masing-masing dengan SPJ No. 4872/S/1976 dan SPJ. No 4875/S/1967.
Laporan hasil pengukuran kubah lava yang tersisa setelah longsoran yang terjadi pada tanggal 21 sampai dengan akan dimulainya pengukuran (27 Agustus 1978)
Untuk melaksanakan dan mengerjakan pemetaan topografi di daerah penyebaran aliran lahar di Semeru tahun 1976, maka dua orang karyawan ditugaskan ke daerah tersebut. Dua orang petugas ialah: zdr. Sobana dan penyusun laporan
daerah yang aken dipetakan moliputi luas sekitar 240 im persegi, termasuk vilayah Karesidenan Desuki. Keta keta yang terdekat anos to nanvuwangi, Jember dan Dendowose, masing masing terletak di so henah tenggara, baratdaya dan baratlaut dari daerah yang akan dipeta- kan. Peta kerja yang dipakai berkedar 1: 25.000.