Dalam melaksanakan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami telah melakukan suatu survey magnetik di gunungapi ini dan sekitarnya dalam bulan Juli - Agustus 1996. Laporan ini berisikan kegiatan survey, data yang dihasilkan, dan sedikit diskusi tentang hasil survey.
Kegiatan pengumpulan bahan informasi G. Ebulobo ini dilakukan dari tanggal 24 Mei 1998 sampai dengan 5 Juni 1998. Pengadaan bahan informasi yang meliputi pengamatan dan pendataan kependudukan di dalam Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ebulobo dan sekitarnya, dengan cara melakukan pendataan/pengecekan langsung ke lapangan.
Pemetaan geologi foto di daerah G. Inelika bertujuan untuk menentukan gambaran secara umum tentang kondisi geologi yang berkembang di daerah tersebut, terutama mengenai morfologi, stratigrafi, struktur geologi dan evolusi/sejarah geologinya, dengan harapan hasil penelitian ini dapat menunjang penelitian detail selanjutnya, terutama dalam pemetaan geologi gunungapi, pemetaan daerah bahaya gunung…
Survey gayaberat ini dilakukan dengan menggunakan sebuah gravimeter Lacoste & Romberg tipe D117. Agar nilai pengukuran memiliki suatu sistem acuan, maka dibuat suatu Stasiun Basis (BS) di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) daerah Waipukang. Nilai gayaberat di BS ini telah diikatkan ke Jaringan Gayaberat Nasional di Bandar udara Ngurahrai Bali, yang sudah terikat pula ke jaringan internasional (IGSN…
Pengumpulan data dan informasi G.Iya di lapangan dititik beratkan pada pendataan kependudukan di daerah bahaya untuk menghadapi letusan yang akan datang. Selain itu, pengumpulan data antara lain : data letusan masa lampau, jenis - jenis bahaya yang ditimbulkan oleh G. Iya, daerah - daerah yang pernah dan mungkin akan terlanda lagi, kampung - kampung di daerah bahaya, arah dan tempat pengungsian…
Pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui perkembangan akhir aktivitas gunungapi tersebut maupun perkembangan wilayah di sekitar G. Kelimutu. Pendataan yang utama adalah masalah kependudukan, terutama yang berada didalam daerah yang termasuk bahaya primer dan sekunder, lahan usaha serta jalur - jalur sebaran hasil erupsi terdahulu yang biasanya melalui lembah ataupun sungai.
Dalam tahun Anggaran 1996 - 1997 di Seksi Bali dan Nusatenggara terdapat beberapa gunungapi yang seismografnya tidak baik, sehingga Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengematan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi mengambil langkah perbaikan perangkat seismograf. Langkah ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi, khususnya di Bali dan Nusatenggara dapat normal kembali. Oleh karena itu pen…
G. Iya dipantau/diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi, yang terdapat disebelah utara G.Iya yang berjarak lk. 5 km, tepatnya di Jalan Ikan Paus, Ende. Pengamatan dilakukan baik secara visual maupun kegempaan. Pengamatan kegempaan dilakukan dengan seperangkat seismograf, yaitu 1 buah seismometer komponen vertikal model Ranger SS-1 dan rekorder model PS-2 bersistem radio telemetri (…
Untuk mengamati kegempaan G.Sirung, sejak tgl 11 September telah dioperasikan seismograf portable PS-2. Seismograf ini terdiri dari seismometer komponen vertikal model L4 dan rekorder model PS-2. Kemudian, selama pengamatan dari tgl 11 sampai dengan 22 September, seismograf hanya merekam gempa tektonik jauh sebanyak 2 kejadian yaitu pada tgl 13 September, sedangkan gempa vulkanik tidak terekam.
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk dapat mengikuti perkembangan akhir didalam wilayah Daerah Bahaya dan Waspada sekitar Gunungapi Anak Ranakah. Pendataan diutamakan pada masalah kependudukan, lahan-usaha, jalur sebaran bahaya yang umunya melalui lembah dan sungai serta pelaksanaan pengungsian melalui suatu mekanisme yang relatif aman, mudah, dan benar.