Kali Tjiherang permulaannja dari Pasir Lengis kira-kira pada ketinggian 1800 M., dan setelah mendekati kam-pung Sarongge, kali tersebut agak melebar kira-kira 4M., kedudukan Kampung Sarongge tepat pada belokan kali, di-samping itu kali Tjiherang djuga melalui kampung-kampung seperti kampung Sarongge 2 Sarongge 3, Warung bawang, Tji-herang, Tjibeureum dan lain-lain, pada djarak 3 km., ter-hitung…
Maksud dari pekerjaan adalah untuk memetakan daeah bahaya gunung Guntur
Pemetaan geologi pendahuluan sekitar gunung karang ini merupakan pekerjaan lanjutan dari pekerjaan bulan mei 1968.
sesuai dengan rencana PELITA pada seksi penelitian Gunungapi untuk membuat peta daerah bahaya pada tiap-tiap gunungapi, maka dalam pelaksanaanya untuk triwulan II tahun 1970/1971 ini diantaranya penulis ditugaskan membaut peta daerah bahaya sementara gunungapi Sundoro.
Dalam rangka melaksanakan Program Pelita IV tahun I, pada 10 Desember 1984 telah diberangkatkan satu regu pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke Gunung Rajabasa selama 60 (enam puluh) hari.
Gunung Raung adalah gunungapi yang agak terkenal dipulau djawa, hampir seperti G. Merapi (Djateng) dan Semeru (Djatim), apalagi dengan letusanja jang terachir pada tahun 1953 dan 1956. Sehingga di Berita Gunung Berapi tahun 1953.
Maksud dari pekerjaan ini, untuk membuat laporan peta daerah bahaya G. Kelut secara agak populer yaitu selain batas daerah terlarang dan batas bahaya I, batas daerah bahaya lahar ditarik sedemikian rupa,sehingga pihak ketiga (inatansi lain) dapat dengan mudah menggunakan peta ini, untuk kepentingan pengendalian lahar dan lain-lain.
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.