Gunung Ciremai ini, sebagaimana halnya Gunung Slamet, adalah sebuah gunungapi yang berdiri sendiri (soliter), yang hingga jauh di-sekelilingnya menguasai pemandangannya. Titik ketinggiannya adalah 3078 meter.
Pada tanggal 14 maret 1971 penulis telah ditugaskan ke Gn .Ciremai daerah Cirebon oleh Kasi penelitian gunung api, untuk melanjudtkan pemetaan daerah bahaya sementara gunung tsb, karena pada tahun 1970 gunung tsb telah dikerjakan oleh Sdr. Pandi Karnaen dibawah pimpinan sdr. muzil alzwar
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam surat kepada Yth. Sdr. Gubernur Jawa Barat No. 793/67/UGA/35/55 perihal pemeriksaan kawah G. Ciremai, maka pada tanggal 4/4/1995 berangkat dari Bandung ke Cirebon.
Kegiatan pengumpulan data dan informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di sekitar G. Ciremai yang merupakan gunungapi aktif dan kegiatannya terus berlanjut.
G. Ciremai dengan ketinggian puncak 3078 meter di atas permukaan laut terletak pada posisi geografis 108' 24' LS dan 6' 50' BT. G. Ciremai diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Ciremai di desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Penyuluhan vulkanologi di G.Ciremai dilakukan dalam dua tahap atau tingkat, yaitu : (1) Ke 1 - Penyuluhan yang sifatnya sebagai informasi bagi para aparat pemerintah di tingkat Kabupaten, termasuk Muspida dan DPRD. (2) Ke 2 - Bimbingan atau penyuluhan bagi penduduk dan tokoh masyarakat setempat di wilayah yang diduga kuat merupakan kawasan yang sangat rawan bahaya, yaitu di Kawedanaan Cilimus.
Dalam memantau aktivitas G.Ciremai secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetry yang menempatkan seismometernya pada arah Timurlaut dari puncak G.Ciremai, tepatnya di bukit Nininala pada ketinggian kurang lebih 1060 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G.Ciremai di desa Sampora, kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan lk. 4,5 km dari puncak G. Ciremai.
Untuk memantau kegiatan G.Ciremai telah dibangun sebuah Pos Pengamatan di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Pos dilengkapi peralatan dan alat komunikasi, yang dikelola oleh tiga petugas setempat. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengamatan visual, kegempaan, dan pengukuran suhu air panas disamping dilakukan pemeriksaan puncak secara berkala.
Penelitian ini berkisar dari pencarian dan pengambilan contoh batuan di lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, terkait sampai ke studi petrografi dan analisa kimia major dan trace elemen di laboratorium.
Pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) di Gunung Ciremai bertujuan untuk memperoleh data dasarnya saja, karena sebelumnya belum dilakukan pengukuran dengan metoda tersebut diatas.