Penelitian defomasi di Gunungapi Soputan ini adalah pengukuran jarak dengan menggunakan EDM dan dilakukan untuk yang kedua kalinya sehingga dengan demikian data yang didapat pada pengukuran kedua ini akan disebandingkan dengan hasil penguuran yang pertama dan kemudian dilakukan analisa arah regangan yang terjadi pada tubuh Gunungapi Soputan ini.
Di sekitar puncak G. Soputan terdapat beberapa buah kerucut parasit antara lain kerucut G. Aeseput, Weru, kerucut G. Aeseput, Weru, Reindengan, Kalelondei, Manimporok, dan G. Kelewung. Kerucut-kerucut tersebut umumnya bertindak sebagai benteng alam yang dapat membendung aliran lava dan piroklastik apabila terjadi letusan dikawah pusat.
G. Soputan mempunyai tiga kawah yang aktif secara bergiliran yaitu kawah Utama, kawah G. Aeseput dan Aeseput Weru ( parasit). Kawah Utama terletak dipuncak G. Soputan berukuran 600 X 450 m, kawah G. Aeseput berukuran lk 250 x 240 m terletak pada satu krucut sekitar 1 Km sebelah timur laut Kw Utama. Kerucut lainnya terbentuk pada tahun 1915, ketika itu terjadi letusan samping dan leleran lava ke…
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Soputan ini, maka telah dibuat 5 buah titik ukur di sekitar kawah/puncak dan dinding kaldera Soputan di bagian timur puncak Soputan, dimana pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor/cermin maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM (Electro-optical Distance Measurements) dan juga kelak dapat digunakan untuk titik t…
Berdasarkan SPPD No. 4283/P/85 penulis ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu gunungapi di daerah Sulawesi Utara dan Maluku. Gunungapi tersebut ialah G. Banda Api, G. Gamalama dan G.Soputan, yang masing masing ketiga gunung api ini letaknya berjauhan. Waktu pemeriksaan dilakukan selama 25 hari, dari tanggal 18 Februari s/d 14 Maret 1985. Maksud dari pemeriksaan ini selain un…