Tim pengumpulan bahan informasi ditugaskan ke daerah G. Rinjani dari tanggal 2 Juni 1995 sampai dengan tanggal 29 Juni 1995 dengan maksud untuk mengetahui perkembangan baik aspek sosial serta investasi lainnya maupun aspek kegunungapian setelah erupsi terakhir beberapa bulan yang lalu terutama bagi tempat - tempat yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan wilayah Daerah Waspada.
Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengikuti perkembangan akhir wilayah di sekitar G.Boleng dan kegiatan gunungapinya. Pendataan diutamakan masalah kependudukan, lahan-usaha, jalu sebaran bahaya yang biasanya melalui lembah dan sungai seta sarana dan prasarana yang menunjang upaya atau pelaksanaan pengungsian, melalui suatu mekanisme yang relatif aman dan benar.
Salah satu penanggulangan bencana gunungapi, Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi akan melakukan penyuluhan penduduk di sekitar G.Lereboleng, tetapi untuk tahap sekarang baru berupa pendataan penduduk di dalam daerah bahaya G.Lereboleng, yang kelak dapat digunakan sebagai bahan penyuluhan. Pendataan penduduk dilaksanakan dari tanggal 8 sampai 27 Mei 1992, oleh 3 orang petugas, Su…
Tim pengumpulan data dan dokumentasi melaksanakan kerja lapangan dalam rangka pengumpulan bahan informasi Vulkanologi di daerah G.Iya, Kab. Ende, Prov. NTT. Sasaran pekerjaan ini selain untuk mengikuti laju perkembangan penduduk maupun pembangunan di sekitar G.Iya, juga merupakan bahan masukan yang diperlukan untuk tindakan pencegahan jatuhnya korban manusia maupun harta benda jika sewaktu - wa…
Dalam laporan kerja lapangan ini, Tim Pengadaan Bahan Informasi Gunungapi melakukan pengumpulan data Gunung Kerinci, terutama melakukan pengamatan dan pendataan pemukiman serta kependudukan yang tinggal di wilayah daerah bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan yang tinggal di dalam daerah waspada (Kawasan Rawan Bencana I) Gunung Kerinci. Posisi Geografi Gunung Kerinci terletak pada 1º 41,5' L…
Pelaksanaan pengumpulan data informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di Daerah Bahaya dan Waspada G.Marapi yang kegiatannya terus berlanjut. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Tim Pengumpulan Data Informasi G.Marapi di bawah Sub Direktorat Bimbingan dan Informasi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, pendanaannya melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamata…
G. Talang merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang berada di wilayah Sumatera Barat. Gunungapi ini sebagian besar terletak dalam wilayah Kecamatan Lembang Jaya, Talang, dan sebagian kecil lainnya dalam wilayah Kecamatan Kubung, Bukit Sundi dan Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Lokasi G. Talang secara geografis berada pada posisi 0° 58' 42,24" Lintang Selatan dan 100° 40' 46,…
Dalam triwulan I anggaran pembangunan Proyek Pengama-tan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1993/1994 Regu Informasi dan Penyuluhan gunungapi diberangkatkan ke G.Kaba selama 15 hari terhitung dari tanggal 1 Mei 1993 sampai dengan 15 Mei 1993, sebanyak 6 orang bertujuan untuk mengumpulkan data sebagai bahan informasi. Sehubungan dengan G. Kaba tergolong masih aktif, maka dalam usaha penanggula…
Sebagaimana diketahui, bahwa G. Sorik Marapi yang terletak di Propinsi Sumatera Utara, termasuk salah satu gunungapi paling aktif bertipe A, dimana dapat dikenali dari sejarah letusannya yang pernah terjadi sejak th. 1830 dan terakhir letusan pada th. 1986. Bahaya korban tidak begitu banyak tercatat, namun demikian adapula catatan korban secara tidak langsung dalam kejadian pada th 1915, yaitu…
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G. Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak …