Telah melakukan pemetaan geologi G. Semeru, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Laporan ini merupakan hasil pemetaan geologi G. Semeru tahap pertama yang berlangsung dari tanggal 20 Mei sampai dengan 18 Juni 1985.
Untuk mengetahui berapa besar letusannya dan perubahan topografi disekitar kawahnya, dilakukan pemeriksaan kawah dan pengamatan visual dari dekat. Pengamatan ini dilakukan selama dua hari pada 17 dan 18 Agustus 1985, untuk itu, tiap hari dilakukan pendakian ke puncak Mahameru.
Menurut Surat Perjalanan Dinas No. 213/P/1984 tertanggal 23 April 1984, penulis ditugaskan melakukan pengamatan visual kegiatan Gunung Semeru selama 25 hari, berangkat dari Bandung pada 26 April 1984, sekaligus memeriksa Besuk Kobokan dan beberapa sungai sekitarnya untuk menilai potensi penyelewengan atau peluapan banjir lahar saat hujan. Pengamatan akhir April hingga pertengahan Mei 1984 menun…
Pengamatan seismik terhadap kegiatan G. Semeru dilakukan dari Fon Argosuko dan G. Samur. Pengamatan tersebut sangat perlu, kerana dengan menggunakan seismograf kegiatan gempa gunungapi yang erat hubungannya dengan letusan dapat diamati selama 24 jam. Gojala tab. merupakan salah satu dari semaa gejala vulkanik yang harus diamati yang sangat membantu penganatan visual. Pengamatan seismik yang dil…
Letusan - letusan asap terjadi dengan selang waktu antara 10 - 15 menit, asap tebal bergumpal berwarna putih keabuan kadang - kadang jka letusan lebih besar warna asapnya agak kehitam - hitaman. Tekanan kuat dan asap mencapai tinggi lk.600 - 700 m dari puncak.
Banyak letusan telah terjadi demikian dasyatnya, disebabkan kawah letaknya tidak di tengah puncak gunung api, akan tetapi secara eksentris di pinggir puncak atau pada lereng gunung. Pada suatu erupsi puncak di tengah berukuran biasa, maka batuan dan terak yang dilontarkan tersebar kemana-mana, meluncur ke bawah sepanjang lereng gunung dan hanya akan menyebabkan kerusakan di sana. Makin jauh run…
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap Pos - Pos Pengamatan di Jawa Timur dan Jawa Tengah bahwa bangunan - bangunan tersebut pada umumnya masih baik dan masih dapatt dipergunakan. Hanya perlu ditekankan disini bahwa sarana bangunan tersebut mengingat pada umumnya lokasinya terletak agak jauh dari kota dan keadaan alam sekitarnya menuntut secara rutin diadakan perawatan yang intensif agar lebih t…
Letusan hampir terus menerus terjadi setiap bulannya. Demikian pula guguran - guguran lava yang diselingi oleh awan panas guguran. Semuanya masuk ke jurusan Besuk Kobokan dan Besuk Kembar. Letusan - letusan yang terjadi hanya menyebabkan hujan abu di sekitar puncak saja, kecuali bila pada saat letusan bertiup angin yang sangat kencang, abu dapat mencapai desa di lereng atas G. Semeru.
Adapun pekerjaan tersebut di atas bertujuan antara lain islah: a. mengetahui lokasi transducer seismograf di G. Semeru. b. mengetahui sudut dalem dari masing-masing lokasi transdu-cer. c. mengetahui jarak datar dari masing-masing transducer. Pekerjaan tersebut di atas dilakukan oleh penulis sendiri dan dibantu 4 orang tenaga lapangan.
Maksud penugasan tersebut untuk pemeriksaan peluapan dan pe-nyebaran lahar serta pembuatan penampang di Besuk Tengah hingga Besuk Sat, sampai di pertemuan dengan Besuk Tunggeng; Besuk Tunggeng hingga K. Pitik, ialah pada ketinggian 1k. 680 m dari permukaan laut; K. Liprak K. Regoyo, K. Rejali, K. Glidik dan Besuk Bang.