Untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Lamongan yang sehari - harinya dapat dimonitor yaitu dengan pengamatan visual dan kegempaan yang dapat dilakukan di Pos Pengamatan Gunungapi yang berlokasi di G. Meja. Selain pengamatan rutin yang dilakukan setiap hari pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu ranu -ranu di sekitar G. Lamongan dilakukan secara temporer.
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, oleh Staf Pengamatan Seksi Jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita VI tahun Anggaran 1997/1998 adalah melakukan penyelidikan/pengamatan visual dan kegempaan Gunungapi Lamongan.
Pengamatan visual ini tidak dilakukan pada seluruh kawah yang ada di Komplek Dieng, melainkan hanya dipilih pada delapan kawah yang cukup aktif yang ada pada lokasi Daerah Bahaya dan satu kawah di Daerah Waspada.
Pada bulan Juli - Agustus 1997 terjadi lagi penumpukan jumlah gempa, tetapi tidak sehebat pada tahun 1992. Oleh karena itu, pada bulan Agustus 1997 tim dari Direktorat Vulkanologi segera mengadakan penelitian kegempaan dengan memasang tujuh stasiun gempa digital buatan Jepang mengelilingi kawasan G.Gede.
Klasifikasi guguran dapat dilihat dari bentuk gempa serta envelope gempa itu sendiri, akan tetapi klasifikasi lain yang dapat dilihat adalah frekuensi dominan serta, arah gerakan partikel gelombang gempa yang ditimbulkan oleh gempa guguran juga dapat kita lihat.
Kegiatan G. Kelut sejak letusan terakhir (Februari 1990), tidak menunjukkan perubahan vulkanis yang mencolok. Data suhu berkisar antara 39-43 C, begitu juga kegiatan seismik hanya terjadi gempa - gempa tektonik saja. Namun mulai bulan Mei 1996 data suhu air danau kawah berangsur-angsur meningkat menjadi 46-51 C. Data suhu ini hampir sama dengan suhu air danau menjelang erupsi pada th 1990.
Pengamatan visual ke arah G. Arjuno-Welirang dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi G.Arjuno-Welirang di Desa Sukereno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Sedangkan rekaman kegiatan kegempaan G. Arjuno-Welirang dilakukan sejak Mei 1995 sampai September 1996 dan gempa - gempa yang tercatat pada umumnya gempa tektonik jauh dan tektonik lokal.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu explosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih 1600 mdpl. Sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 200C
Dalam rangka memantau kegiatan vulkanik G.Bromo, dilakukan pengamatan keadaan visual dan seismik G.Bromo saat ini, serta mengevaluasi kegiatan vulkanik dalam 5 (lima) tahun terakhir ini (1989 - 1994).
Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…