Dalam rangka melaksanakan recana kerja Triwulan II, Tim Sumatera dan Jawa Bagian Barat berkesempatan melakukan pengamatan dan penyelidikan seismik di G. Marapi, Sumatera pada Julis 1986 selama 15 hari dengan SPPD No. 589/P/1986.
Efforts to compile a more comprehensive bibliography on the ill- famed Krakatau volcano are presently more rewarding than in the pre- viously given attsapts (Van Barem, 1931; Brodie, 1982; Da Nova, 1936, 1953; Kusumadinata et al., 1979; Nourn van Padang, 1951; Ongkosongo & Suwardi, 1981; and Soagiarto & Soegiarto, 1983). This because in the last quarter of a century (1960-1984) we are interpret…
Berdasarkan surat Perintah Persian an Dinas tanggal 4 Desember 1985 masing-masing No. 2810/P/1985 dan No. 2811/P/1985 kami penulis dengan Sdr. Munir berangkat dari Bukittinggi menuju G. Burni Telong di Kabupaten Aceh Tengah, Daerah Istimewa Aceh, dengan memperguna- kan kendaraan umum dengan jarak tempuh pulang pergi lk. 2560 kilometer dan tidak tidak termasuk perjalanan di lapangan.
G. Talang adalah salah satu gunungapi aktif di Sumatra Barat. Dalam sejarah kegiatannya yang diketahui belum pernah terjadi korban jiwa akibat letusannya. Kegiatan G. Talang diamati secara tetap dari Pos PGA Batu berjanjang, Lembang Jaya, Solok, dilengkapi dengan satu komponen seismograp elektromagnit.
Pengamatan visual kegiatan G. Marapi dilakukan secara tetap dari Pos PGA Batu Palano dan Bukittinggi. Untuk pengamatan visual lebih baik dilakukan dari Pos Pengamatan di Bukittinggi. Yang dapat diamati dari Pos adalah kegiatan solfatara di Kepundan Tuo, Kepundan Bungo, Kepundan B, Kepundan C, Kepundan Verbeek, dan Kepundan Bongsu.
G. Marapi adalah salah satu gunungapi aktif Indonesia di Sumatera Barat. Dalam sejarah kegiatan yang diketahui belum pernah terjadi korban jiwa akibat letusannya. G. Marapi diamati secara tetap dari Pos PGA Batu Palano dan Bukittinggi.
G. Sorikmarapi merupakan salah satu gunungapi aktif (tipe A) yang terletak di Kecamatan Kotanopan, Kabupa- ten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Tinggi puncaknya 2145 m di atas muka laut. Dalam sejarah kegiatannya, telah meletus pada tahun 1830, 1879, 1892, 1893, 1917 dan 1970.
Dalam rangka melaksanakan Program Pelita IV tahun I, pada 10 Desember 1984 telah diberangkatkan satu regu pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke Gunung Rajabasa selama 60 (enam puluh) hari.
Pumiceous tuff deposits of the 1883 Krakatau on the Rakata have been studied in terms of their mineralogical, physico-chemical, and physical properties. Two kinds of pumiceous tuff deposits were identified having similiar vitric type and hypersthene-augite association with few green hornblende and olivine.
After eruption of 1883, studies on the development or the recovery of natural ecosystem on the Krakatau Islands, especially those of vegetation and fauna, have been of great interest to many scientists. However, as far as we know, only a few studies on the soils were carried out (Ernst, 1908; Van Baren, 1931; Newsome, 1982).