Di Pulau Sumatera terdapat 30 buah gunungapi, ialah 10 buah tipe (9 di Pulau Sumatera, sebuah merupakan pulau - pulau kecil ialah G. Krakatau), 11 buah tipe B dan 9 tipe C. Jumlah ini adalah menurut Petroeschevsky dan Th. H. F. Klompe (1950). R. W. VAn Bemmelen (1949) menambahkan sebuah tipe c lagi menjadi 12, hingga jumlah seluruhnya adalah satu buah, sedang Van Bemmelen menghitung 2 buah lapa…
Maksud dari laporan ini hanya sekedar memberikan laporan tentang kisah perjalanan/pekerjaan, selama penulis bertugas di G. Kaba yang berkedudukan di Ketjamatan Tjurup, Kab. Bedjang Lebong Bengkulu/Sumatra Selatan.
Pada 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari seked PETAPI dengan SPD No. 842/S/1975, ditugaskan ke G. Merapi, Sumatera Barat. Maksudnya untuk mengumpulkan data letusan, melakukan pemeriksaan di puncaknya; dan membuat penumpang melintang beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak, yang mungkin bisa dilalui oleh lahar hujan.
G. Peuet Sague di Aceh Sumatera Utara, termasuk salah satu gunungapi tipe A yang belum memiliki peta daerah bahaya sekitaranya. Karenanya, penulis cantumkan penelitian lapangannya selama musim kemarau tahun 1969 dalam rangka projek pelaksanaan Rencana Pembangunan lima tahun.
Seperti pula halnya dengan g. Peuet Sague, penelitian lapangan G. Bur ni Telong yang diharapkan dapat menghasilkan suatu Peta Daerah Bahaya sementara disekitaranya, dalam tahyn pertama pembangunan lima tahun ini; tidak dapat dilangsukan dan sebagai kompensasinya pula telah dilakukan pengumpulan data mengenai gunungapi ini yang dicantumkan di sini dalam bentuk "sesuai dengan bunyi aslinya", tanp…
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja kegiatan lapangan dari bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi seksi penanggulangan bahaya maka ditugaskan tiga orang anggotanya terdiri dari Sdr. Samud Wikartadipura, Sdr.. A.D. Sumpena dan saya.
Survei Gunung Sumbing ini mencakup pemeriksaan puncaknya, (kawah kegiatan) dan pemetaan daerah bahaya sekelilingnya. Pemetaan daerah bahaya ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahan letusan secara langsung maupun tidak, pada waktu terjadinya letusan.
Hari Sabtu tanggal 28 April 1979 jam 10.30 WIB. Keadaan masyarakat tanah Minang menjadi panik terurama di kota - kota Padang Panjang : Bukit Tinggi, Padang, Batu Sangkar, dan sekitarnya, disebabkan karena goncangan gempa (II - III MNI). Gempa tersebut ternyata bersumber didekat perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yaitu dengan Epicenter 0.7 Lintang Utara - 99.5 Bujur Timur, dengan keku…
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja kegiatan lapangan dari Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi Seksi Penanggulangan Bahaya, maka ditugaskan tiga anggotanya terdiri dari Sdr. Samud Wikartadipura dengan SPPD n 2355/P/1981, Sdr. A.D. Sumpena dengan SPPD n 2356/P/1981 dan saya dengan SPPD n 2515/P/1981. Lamanya pekerjaan tersebut selama 50 hari untuk Gunung Sibayak dan Gunung Sina…
Dalam rangka pelasanaan Repelita ke IIi, tahap IV, tahun 1982 - 1983, seksi pemetaan geologi Gunungapi, Subdit Pemataan Gunungapi, direktorat vulkanologi Bandung akan melakukan pemetaan feologi G. Sibayak, Sumatera Utara.