Sejalan dengan rencana kerja dalam Pelita IV, Th - 1/1984-1985 dalam Triwulan 2 telah dilakukan lanjutan kegiatan penyelidikan geodinamika gunungapi di p. Bali, terutama di daerah bagian tengah-timur yang memiliki dua gunungapi aktif (G.Agung dan G. Batur) sebagai fokus. Kegiatan penyelidikan geodinamika tsb. selain dilakukan kegiatan laboratorium (penafsiran potret udara dan peta topografi, al…
Pengukuran ini bertujuan untuk mendapatkan data SP yang akan dijadikan acuan metoda SP, bila suatu saat nanti terjadi suatu peningkatan aktivitasnya dan merupakan pendahuluan untuk pengamatan gunungapi Batur dengan metoda SP. Hasil pengukuran diperlihatkan berupa profil yang melintas secara radial, dimulai dari kaki gunung menuju kawah gunungapi tersebut. Profil yang telah dilakukan sebanyak 4 …
Maksud uji coba dan pengamatan seismik adalah untuk lebih mengetahui pengetahuan tentang sistem kerja alat secara maupun perbaikan merata serta terutama bagi teknisi baik operasional, proses komputerisasi data, dan bila memungkinka dimaksudkan untuk mengetahui keadaan seismitivitas daerah G.Batur. Tujuan yang diharapkan dapat digunakan secara maksimal baik hardware maupun softwarenya dan menemu…
Dari data yang didapat dan diproses kita dapat mengetahui tingkat aktivitas Gunungapi. Gunungapi di kategorikan mengalami peningkatan jika ditandai dengan naiknya jumlah gempa vulkanik. Berdasarkan perhitungan data yang ada, dapat diketahui bahwa Gunung Batur masih dalam keadaan waspada (level II)
Indonesia mempunyai gunung api terbanyak di dunia sekitar 129 buah yang artinya 13% dari seluruh gunung api aktif di dunia. Gunung api di Indonesia tersebar di sepanjang sabuk gunung api Indonesia mulai dari kawasan Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan menerus hingga perairan Maluku dan kawasan Sulawesi Utara.
Setelah jaringan gempa dioperasikan, masalah pertama yang muncul untuk para ahli seismologi adalah menentukan dasar parameter-parameter yang ada pada record gempa.
Batur is an active stratovolcano on the island of Bali, Indonesia, with a large, well-formed caldera whose formation is correlated with the eruption about 23,700 years ago of a thick ignimbrite sheet. Our study of the volcanic stratigraphy and geochemistry of Batur shows the formation of the caldera was signalled by a change in the composition of the erupting material from basaltic and andesiti…
Pada 1974, terjadi letusan di lereng gunung Batur disertai dengan aliran lava baru. Pada Agustus 1975, aliran lava tersebut telah dipetakan oleh Sdr. Soedarso, sedang kawah- kawah yang menunjukkan keaktipan sama sekali belum dipetakan. Pada Januari 1981 (SPPD No.1902/P/1980 dan 1903/P/80) makalah pemetaan topografi kaldera G. Rinjani (Lombok), Sdr. Effendi dan saya bekerja di kaldera gunung Bat…
Pengecekan data geologi G.Batur tahap ke II, yang merupakan kelanjutan pekerjaan terdahulu, telah dilaksanakan dari tanggal 19 Desember 1980 sampai dengan 17 Januari 1981, selama 30 hari. Daerah yang dikerjakan meliputi daerah penyebaran dari bagian selatan G.Batur sampai pantai di selatan, bagian barat sampai berbatas dengan penyebaran produk G. Buyan Bratan, bagian timur berbatas dengan penye…
Gunung Batur telah meletus poda tgl.23/1-1968. Aliran lava mulai mengalir pada tgl.30/1-1968 dan berhenti pada tgl.15/2-1968.Ternjata lava tsb. mengalir dari lobang letusan 1963 komplek I,menudju kedjurusan selatan dan berhenti pada ke-tinggian k.l.1100 M dari permukaan lout; pondjang rata-rata 1.930 M dan lebar rata2 540 M. Lava ini mengalir diatas lava 1963 dan menjeretnja; kemudian nelebar s…