Tujuan penyelidikan magnetik saat ini ditekankan pada analisa struktur, yang erat hubungannya dengan kondisi geologi G.Semeru. Hasil akhir dari model 2 dimensi strukur G. Semeru nantinya akan sangat membantu para pemeta gunungapi dalam menentukan struktur dalam G.Semeru dan kemungkinan evaluasi sejarah geologinya.
Materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan diantaranya berupa foto copy Buletin Khusus Edisi Direktorat Vulkanologi No.105 tentang ilmu kegunungapian, serta paparan tentang bahaya G.Semeru, dengan menggunakan transparant OHP, Slide serta pemutaran Film 16mm letusan G.Galunggung Th. 1982.
Pada 5 Oktober 1995, dilakukan pemerksaan Kawah Jonggring Seloko di Puncak G. Semeru. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat perubahan dasar kawahnya jika dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tahun 1994.
Pemeriksaan bahan letusan G.Semeru yang terjadi pada tanggal 3 Februari 1994 dilakukan penulis dengan SPPD No. /0441/3402/94 selama 10 hari termasuk perjalanan 2 hari Daerah pemeriksaan meliputi B.Kobokan yang letaknya di Desa Supitupang dan B.Kembar termasuk Desa Sumberurip kecamatan Pronojiwo, sedangkan pemeriksaan kali laharan meliputi daerah aliran B.Kobokan, K. Liprak, dan K. Rejali yang m…
Penyuluhan di Kabupaten Lumajang bagi para Aparat Pemerintah di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa selain instansi yang terkait dan organisasi non - pemerintah. Bimbingan digabung dengan pelaksanaan yang dilakukan bersama Departemen Pekerjaan Umum, Sabo Technical Centre, serta Pemerintah Daerah menjelaskan bahan galian gol C. di dalam kantong lahar.
Morphologically from south to north, there are three mountain groups, those are Tengger, Jambangan, and Semeru, in East Java, Indonesia. This direction coincides with the subduction direction of Australian plate beneath Java Island from south to north. Among them, two volcanes are active, those are Bromo Volcano at Tengger mountain and Semeru Volcano at Semeru Mountain.
Dari beberapa pemantauan visual yang dilakukan di G.Semeru, salah satunya adalah pemantauan lidah/kubah lava di puncak. Kemudian, dilakukan juga perbaikan seismograf yang rusak dan pembenahan lokasi pemasangan seismometer.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G.Semeru dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G.Semeru pada bulan Mei 1994, dengan menggunakan 6 (enam) unit perekam MEQ - 600 yang dilengkapo dengan alat lain untuk mendapatkan data gempa berupa paramet…
Dalam keadaan aktif normal kegiatan seismik G.Semeru terdiri dari Gempa vulkanik (dangkal, dalam), tektonik (lokal, jauh), guguran, letusan, tremor, dan banjir.
Penyelidikan deformasi G.Semeru merupakan penyelidikan yang pertama kali, sehingga data - data deformasi ini dianggap sebagai data dasar bagi penyelidikan selanjutnya.