Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Kie Besi yang terletak di daerah Maluku Utara, merupakan salah satu diantara deretan kepulauan gunungapi di sebelah barat P. Halmahera yang mempunyai fenomena menarik untuk diteliti. Daerah G. Kie Besi dan sekitarnya kaya akan gempa-gempa tektonik tetapi miskin gempa-gempa vulkanik. Hal ini mungkin dipengaruhi …
Maksud dilakukannya penyelidikan magnetik G. Gamalama adalah untuk dapat melengkapi peta isomagnetik disetiap gunungapi di Indonesia, dengan tujuan mencari suatu bentuk struktur dalam dari gunungapi tersebut, yang dapat menerangkan kemungkinan proses terjadinya, maupun kegunaan lain bagi para ahli geologi. Untuk tujuan diatas maka pengukuran titik secara acak dilakukan baik di puncak maupun dis…
G. Dukono atau dengan nama lain Dokoko, Dokoekko, Dukoma, Tala atau Tolo merupakan gunungapi bertipe strato yang dipuncaknya dijumpai sejumlah kawah yang masih aktif. Tinggi puncaknya kurang lebih 1087 m di atas permukaam laut. Gunungapi ini muncul pada jalur busur vulkanik di bagian utara Pulau Halmahera. Secara administratife gunungapi ini terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Propinsi Maluk…
Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G Dukono yang terletak di daerah P. Halmahera, Maluku Utara (Gambar 1), merupakan salah satu gunungapi aktif dibandingkan dengan gunungapi lainnya di wilayah Makitu Utara. Dukono dengan nama lain Dokoko, Dodoeko, Dukoma, Tals atau Toło merupakan gunungapi bertipe strato dengan sejumlah kawah aktif di sekitar puncakn…
Yang dipergunakan pengukuran ialah : pesawat Theodolite Kern KO-S, dengan dilengkapi Kompas merk Kern, yang dipasang di atas pesawat Theodolite tersebut. Pekerjaan tersebut dimulai dari titik tetap Q.308, yang ketinggiannya + 1255,20 m dari permukaan laut, menuju ke tempat pemasangan pesawat Seismometer.
Sejak tanggal 21 April 2008 pukul 16.00 WIT status G. Ibu dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga, sehubungan dengan peningkatan kegiatan baik secara visual maupun kegempaan. Dalam status Siaga, frekuensi Gempa Letusan mengalami peningkatan dengan rata-rata letusannya lebih dari 100 kali kejadian per hari dan tinggi asap lebih dari 400 m dari bibir kawah. Sampai dengan akhir Agustus 2008 letusan m…
Melanjutkan penelitian yang telah dilakukan pada tahun 1984 saat mana terjadinya letusan dan diakhiri dengan leleran lava, maka selama April sampai dengan September 1985 dilakukan kembali analisa kegempaan karena teramati gejala perubahan kegiatan. Sesungguhnya sejak mengalirnya lava pada Februari 1985 kegiatan G.Karangetang tidak pernah berhenti.
Dengan latar belakang aktivitas vulkanik (letusan) G. Ibu yang tinggi serta hasil pengamatan visual di sekitar kawah/kubah lava sebagaimana telah diuraikan diatas, maka penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dinamika bawah permukaan berdasarkan parameter deformasi dan geokimia. Tujuan penelitian adalah untuk menafsirkan karakter aktivitas vulkanik G. Ibu serta membuat model bawah permukaan…
Maksud dari kegiatan peringatan dini G. Gamalama adalah melakukan pemantauan dan pemeriksaan kegaitan G. Gamalama. Tujuannya adalah untuk memperoleh dara yang lebih baik dan akurat tentang perkembangan aktivitas G. Gamalama untuk dapat memeberikan evaluasi mengenai status kegiatan G. Gamalama pad asaat ini serta dapat menentukan dan mengantisipasi tingkah laku G. Gamalama sebagai bagian dari ke…
G. Ibu merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strato yang berlokasi di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Propinsi Maluku Utara. Puncak G. Ibu berada pada koordinat geografi 1°29' Lintang Selatan dan 127°38′ Bujur Timur dengan ketinggian puncak 1340 mdpl.