Pelaksanaan kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengikuti perkembangan akhir wilayah di sekitar G.Boleng dan kegiatan gunungapinya. Pendataan diutamakan masalah kependudukan, lahan-usaha, jalu sebaran bahaya yang biasanya melalui lembah dan sungai seta sarana dan prasarana yang menunjang upaya atau pelaksanaan pengungsian, melalui suatu mekanisme yang relatif aman dan benar.
Laporan ini merupakan realisasi hasil pemetaan geologi G.Ebulobo yang terletak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). dimaksudkan untuk menunjang pelaksanaan Proyek Pengawasan/Pengamatan dan Pemetaan Gunungapi oleh Staf Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi pada tahun anggaran 1995/1996.
G. Iya merupakan gunungapi strato dengan ketinggian 637 meter d.p.1 dan merupakan salah satu dari 13 gunungapi aktif (Tipe A) yang berada di sekitar P. Flores (Photo-1). Gunung Iya merupakan suatu komplek gunungapi dengan beberapa kerucut diantaranya G. Roja (425 m) dan G. Pui/G. Meja (371 m) yang membentuk tanjung di selatan kota Ende. Dalam sejarah letusannya, G. Iya menampakkan aktifitasnya …
G. Tambora dan G. Sangeangapi adalah dua buah gunung aktif tipe A yang berada di Propinsi Nusatenggara Barat. G. Tambora adalah gunungapi aktif yang mempunyai kaldera dipuncaknya. Terletak di Jazirah Sanggar Kab. Bima, P. Sumbawa, Propinsi Nusatenggara Barat. Posisi geografinya 8°15' Lintang Selatan, 118°00'Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2851 m diatas permukaan laut.
G.Kelimutu dan G.Lewotobi termasuk gunungapi aktif di P.Flores. G.Kelimutu tubuhnya dibangun oleh endapan piroklastik hasil len-1 tusan eksplosif dan leleran lava yang efusif, mempunyai struktur berlapis, termasuk kedalam tipe strato. Lerengnya berkembang ke arah timur dan dibagian puncak terdapat 3 buah danau kawah dengan warna air yang berbeda. Luas ketiga danau tersebut kira-kira 1.051.000 m…
Evaluasi kegiatan G. Batur tahun 1995 terutama didasarkan pada hasil pengamatan visual dan kegempaan yang dilakukan dari Pos PGA G. Batur di Penelokan. Secara visual kegiatan G. Batur sampai dengan akhir 1955 masih ditandai dengan adanya letusan dan hembusan yang teramati pada bulan Januari, Maret, dan Mei 1955. Tinggi asap letusan mencapai lk 300 m di atas pusat letusan.