Gunungapi Kaba termasuk dalam jajaran gunungapi aktif di wilayah Sumatera bagian selatan. Berdasarkan sejarah letusannya (Tabel 1), G.Kaba merupakan gunungapi tipe A. Sumber letusannya berpindah - pindah tempat sehingga diperlukan penelitian geologi gunungapi dan pengamatan visual maupun kegempaan yang cukup intensif untuk mengetahui perkembangan aktifitas magmatiknya.
Meskipun dikategorikan sebagai gunungapi aktif tipe B (Kusumadinata, 1979), penyelidikan kegunungapian di G.Sibayak perlu dilakukan mengingat daerah sekitarnya merupakan kawasan wisata yang ramai dan merupakan daerah pengembangan energi panas bumi. Penyelidikan tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik Gunungapi Sibayak.
Gunungapi Marapi bertipe strato merupakan gunungapi paling aktif di Sumatra Barat. Gunungapi ini muncul pada jalur pegunungan Bukit Barisan dalam wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Tinggi puncaknya 2891,3 meter di atas permukaan laut atau lebih kurang 2000 meter di atas dataran Bukittinggi dengan posisi geografi 0° 22' 47,2" Lintang Selatan dan 100° 28' 16,71" Bujur Timur.
Maksud dan tujuannya yaitu merekam semua perkembangan di dalam kawasan rawan bencana G.Bur Ni Telong, sistem pemantauan kegiatan vulkanik dan kesiapan pemerintah setempat termasuk masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya letusan G. Bur Ni telong - Aceh.
Bencana alam akibat letusan gunungapi sangat menakutkan, namun dibalik keganasan gunungapi tersebut, banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah: Kesuburan tanah yang disusun oleh rempah vulkanik, keindahan panorama alam yang indah serta memikat, akibatnya banyak orang yang ingin menikmati serta menempati daerah tersebut, sehingga menimbulkan pertumbuhan dan kepadatan penduduk yang cuk…
G. Burni Telong termasuk kedalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Takengon, terletak pada posisi 4°46'00" Lintang Utara dan 96°48'00" Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2624 m dari permukaan laut. G. Burni Telong yang mempunyai kawah A, B, dan C pada puncaknya sebenarnya merupakan krucut gunungapi yang tumbuh dilereng selatan Gunung Geureudong.
G. Tandikat termasuk gunungapi aktif berbentuk strato dengan ketinggian puncak mencapai 2438 m di atas muka laut, sekitar 1740 m di atas dataran tinggi Padang. Posisi geografis puncaknya adalah 0°25'57.30" Lintang Selatan dan 100°19'01.69" Bujur Timur. Secara administratif tubuh G. Tandikat terletak di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat
Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Kerinci pada bulan Juni 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL. Hasil pengamatan kawah puncak menunjukkan adanya perubahan pada bibir kawah, yang semakin melebar dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya. Pelebaran ini mungkin di akibatkan oleh terjadinya peningkatan kegiatan berupa letusan abu pada bulan Mei 1997.
Gunung Dempo merupakan gunungapi tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Gunung ini termasuk dalam wilayah Kecamatan Pagaralam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti Kabupaten Lahat, Prov. Sumatera Selatan, hanya sebagian kecil yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Muna, Bengkulu. Secara visual dan kegempaan, kegiatan vulkanik G.Dempo pada bulan Juni/Juli 1997 berada dalam keadaan AKTIF NORMAL.
Untuk memantau kegiatan Gunung Kerinci secara kontinyu, dilakukan dengan cara visual maupun dengan pemantauan kegempaan menggunakan seismograf dari Pos Pengamatan gunungapi Kerinci di Desa Kersik Tua - Sungaipenuh (Foto-1). Hasil dari pemantauan tersebut selanjutnya setiap hari di laporkan ke Direktorat Vulkanologi di Bandung melalui SSB.