Dari data-data kegempaan yang di peroleh menunjukkan pada saat ini gunung guntur dalam keadaan aktif normal. Gempa-gempa vulkanik yang terekam pada bulan januari hingga april 1997 bersumber di sekitar gunung guntur dengan kedalaman 1.7-22,5 km dan sebaran acak.
Dalam evaluasi penyelidikan yang dilakukan pada 25 Mei 1998 sampai 23 Juni 1998 ini adalah melakukan pengambilan data beda tinggi antara satu titik tetap terhadap titik tetap yang lain, dengan metoda sifat datar (leveling).
Penyelidikan metode gaya berat di G.Guntur dilakukan untuk melihat pola sebaran densitas batuan di komplek G. Guntur baik secara lateral maupun vertikal. Dari pola sebaran densitas ini kemudian kita bisa menafsirkan keadaan struktur bagian dalam tubuh gunung tersebut.
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
G.Guntur dimonitor oleh Direktorat Vulkanologi (DV) secara terus menerus sejak Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) Guntur didirikan tahun 1985 di Desa Sirnajaya Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut, Jabar.
Pemetaan zona risiko bahaya G.Guntur dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkat risiko yang timbul sebagai akibat bahaya letusan G.Guntur dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Pekerjaan lapangan ini dititik beratkan pada pengumpulan data perkembangan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya akibat G. Guntur, serta penentuan tempat untuk menyelamatkan diri dan jalur yang harus ditempuh.
Penyuluhan bahaya G.Guntur di Kabupaten Garut, dilaksanakan pada tanggal 12 September 1994 bertempat di Pendopo Pembantu Wilayah II Tarogong, Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, Provinsi Jawa Barat.
Penyelidikan deformasi G.Guntur dilakukan selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Mei 1994, meliputi penyelidikan pembangunan titik ukur (bench mark), levelling/dry tilt, global positioning system, electronic distance measurement (edm), dan seismisitas G.Guntur.
Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, telah menugaskan satu tim deformasi ke gunung Guntur dan gunung Ciremai untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) dengan metoda "EDM" (Electro-Optical Distance Measurements). Tugas tersebut dilaksanakan selama 34 hari, yaitu dari tanggal 24 April sampai dengan 27 Mei 1993.