Hingga akhir Mei 1981 disekitar G.Kelut telah dipasang enam petak lokasi Benchmark masing - masing : di Mangli, Sumber Petung, Margomulyo, Bambingan, Gajahmungkur, dan G.Pedot, dimana empat petak lokasi Benchmark yang disebut dari pertama dibuat sejak Desember 1979, sedang dua petak Benchmark yang terakhir dibuat bulan Februari 1981.
Tulisan dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi G. Lamongan tahap ke III yang dilakukan dari tanggal 2 s/d September 1980 serta perbaikan dari laporan sebelumnya.
Pemetaan Geologi Komplek G. Lamongan dilaksanakan secara bertahap. Tulisan ini dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi tahap ke dua yang dimulai 18 Juli sampai dengan 7 Agustus 1980.
Telah dirancang, dibuat dan dipasang sistem telemetri untuk keperluan pengukuran parameter - parameter Gunung Kelut. Parameter - parameter tadi meliputi: tinggi air kawah, curah hujan di sekitar kawah, intensitas matahari dan suhu air kawah, yaitu pada permukaan air di dekat terowongan pembuangan (titik tradisi), pada permukaan air dekat daerah bualan, pada fumarola dan pada dasar bualan.
Pada tanggal 23 Agustus 1974, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi, kedaerah G.Semeru bagian tenggara dan selatan selama 20 hari. Penugasan ke daerah tersebut disertai oleh saudara - saudara Sobana dan saudara Asep Djaja, dengan surat perintah No. 1251/S/1974; 1252/S/1974; dan 1253/S/1974, tertanggal Bandung 22 Agustus 1974.
Menurut Neumann Van Padang (1951), Gunung Kelut menjulang secara teratur dari dataran Kediri di barat dan dari lembah Sungai Brantas di selatan. Ke timur dan utara gunungapi - gunungapi Kawi, Laksono dan Anjasmoro mengganggu pembentukan kaki gunung yang normal.
Tulisan ini dimaksudkan sekadar mengetahui perkembangan kegiatan G. Kelut dan pengawasannya pada waktu akhir akhir ini. Beberapa contoh letusan masa lampau telah digunakan untuk mencoba memperkirakan jangka waktu istirahat antara dua letusan berturut turut dan pula bahaya letusan yang akan datang. Letusan G. Kelut "terakhir" terjadi pada tahun 1966 dan dapat dikatakan keadaan kegiatannya mereda…
Menurut VAN BEMMELEN (1937, h. 170) Gunung Semeru terletak pada rusuk selatan geantiklin Jawa, dibagian yang tenggelam, yang setempat amblas lebih dari 300 meter. Dengan demikian kaki dari gunungapi raksasa ini dipisahkan dari gunungapi Jembangan di utara dan dari "Pegunungan Selatan" di selatan oleh fatu-fatu yang khas berjurus timur barat. Di lihat dari Selatan, gunungapinya menunjukkan keruc…
Kegiatan bekerja dari G. Semeru mulai dari tanggal 4/5-59 sedangkan kegiatan terdapat disekitar sumbat lava di Djonggring Seloko. Letusan - letusan yang dapat disimpulkan dari laporan harian pos Gunung Sawur, adalah letusan dari type stromboli.
Dalam laporan ini membahas perjalanan ke pos - pos penjagaan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri dari : Gunung Kelut, Gunung Semeru, Gunung Lamongan, Gunung Dieng, Gunung Merapi, dan Djrakah.