Dalam September 1996 telah dilakukan pendakian ke kawah G. Batur untuk memperoleh data kegiatan G. Batur dari dekat. Pada pendakian tersebut dilakukan pengukuran suhu solfatara pada beberapa lokasi di puncak G. Batur. Disamping melakukan pendakian dilakukan pula pengamatan gempa. Pengolahan data gempa yang dilakukan adalah menghitung frekuensi kejadian, magnituda rata - rata, modus, energi, dan…
Dalam tahun Anggaran 1996 - 1997 di Seksi Bali dan Nusatenggara terdapat beberapa gunungapi yang seismografnya tidak baik, sehingga Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengematan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi mengambil langkah perbaikan perangkat seismograf. Langkah ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi, khususnya di Bali dan Nusatenggara dapat normal kembali. Oleh karena itu pen…
G. Iya dipantau/diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi, yang terdapat disebelah utara G.Iya yang berjarak lk. 5 km, tepatnya di Jalan Ikan Paus, Ende. Pengamatan dilakukan baik secara visual maupun kegempaan. Pengamatan kegempaan dilakukan dengan seperangkat seismograf, yaitu 1 buah seismometer komponen vertikal model Ranger SS-1 dan rekorder model PS-2 bersistem radio telemetri (…
Pada bulan September 1995 Staf Pengamat Gunungapi dari Wilayah Bali dan Nusatenggara melakukan pengamatan terhadap G. Rinjani khususnya G. Barujari di dalam kaldera Rinjani. Pengamatan secara visual dilakukan dari Pos PGA G. Rinjani di Sembalun Lawang, umumnya G. Rinjani tampak jelas baik pagi, siang maupun sore hari, suhu udara berkisar antara 15-25 C dengan kelembaban antara 55% - 89% sedangk…
G. Agung yang merupakan gunungapi tertinggi di Pulau Bali dipantau dari tiga tempat, yaitu sebelah baratdaya di Desa Rendang, sebelah tenggara di Batulompeh serta di baratlaut di Budakeling. Di Pos Rendang dan Budakeling, pengamatan dilakukan secara visual dan kegempaan, sedangkan di Pos Batulompeh hanya secara visual. Dari ketiga Pos tersebut dapat mengamati langsung kegiatan G.Agung , karena …
Pada 16 Juni 1994 dilakukan pemasangan seismometer, pengoperasian seismograf kinemetrics PS-2 secara portable. Setelah dilakukan pengetesan, alat dapat beroperasi sebagaimana mestinya, sehingga mulai saat itu kita dapat memantau respon seismik yang berhubungan dengan kegiatan vulkanik G. Wurlali. Kemudian, dari pengamatan lapangan, keadaan sekitar puncak terlihat gersang. Pada umumya gunung ter…
Untuk mengamati kegempaan G.Sirung, sejak tgl 11 September telah dioperasikan seismograf portable PS-2. Seismograf ini terdiri dari seismometer komponen vertikal model L4 dan rekorder model PS-2. Kemudian, selama pengamatan dari tgl 11 sampai dengan 22 September, seismograf hanya merekam gempa tektonik jauh sebanyak 2 kejadian yaitu pada tgl 13 September, sedangkan gempa vulkanik tidak terekam.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu G.iliwerung dilakukan pada tanggal 23 Oktober 1995. Pendakian ke G.Iliwerung memerlukan waktu lk. 2 jam dari Kp. Lerek. Di Puncak G. Iliwerung terdapat rekahan - rekahan yang melingkari kawah. Kawahnya tampak kering dan terdapat longsoran - longsoran dari dinding kawah. Di dalam kawah hanya tampak satu tembusan solfatara yaitu di dinding sebelah barat. Ting…
Sejak bulan Agustus 1994 sampai Mei 1995 seismograf di G. Anak Ranakah tidak beroperasi karena rusak. Oleh karena itu, dilakukan pemeriksaan pada bagian rekorder dulu dengan cara memasukan sinyal dari pembangkit gelombang sinus buatan, ternyata jarum pen motor tidak bergerak walaupun penguat amplifier diubah - ubah, sedangkan drum dan sistem waktu berjalan baik. Perbaikan dilakukan pada modul a…
Pada pertengahan bulan Mei 1995 Pos Pengamatan G. Egon mulai dipasang 1 (satu) perangkat seismograf kinemetriks model PS-2 bersistem telemetri dengan sebuah seismometer komponen vertikal. Lokasi seismometer ditempatkan di sebelah utara G. Egon, pada ketinggian +455 m di atas muka laut di sebelah selatan Kampung Habilagut.