Pada tanggal 7 sampai dengan 21 Mei 1981 Tim dari seksi pemetaan geologi endapan gunungapi, Direktorat Vulkanologi, mengadakan perjalanan ke Gunung Semeru (Jawa Timur) dan Gunung Agung (Bali). Perjalanan ini dimaksudkan untuk mengetahui ciri endapan awanpanas serta endapan lahar baik di Gunung Semeru maupun di Gunung Agung, karena endapan yang diamati tersebut jelas tercatat sejarah.
Dalam rangka kerjasama teknik dalam bidang kegunungapian antara pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia, Direktorat Vulkanologi telah menugaskan Matahelumual, Kemar Restikajaya, pengemudi Kamil dan saya, untuk aktif mendampingi Okumura/ahli Amerika dalam bidang pengukuran kelandaian.
Pemetaan tahap kedua dilakukan mulai 3 - 28 Januari 1981. Pada kesempatan pemetaan ini diarahkan kepada pembuktian terhadap hasil - hasil yang telah diperoleh pada pemetaan tahap pertama serta perluasan daerah pemetaan. Personil pemeta tetap berjumlah lima orang seperti sebelumnya.
Pemetaan ini merupakan kegiatan tahap I yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan. Dalam laporan kemajuan pertama ini terkandung hasil - hasil penyelidikan geologi pendahuluan yang berupa pengenalan Stratigafi, Gemorfologi, dan Struktur Geologi.
Untuk pengenalan lapangan dan alat - alat yang digunakan dalam penyelidikan dan pengamatan gunungapi khususnya G. Kelut serta cara - cara mempergunakannya, maka tgl 17 Mei s/d 31 Mei 1980 penulis ditugaskan di Pos Pengamatan Gunungapi G. Kelut di Margomulyo, Jawa Timur.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu adalah salah satu cara untuk mengetahui perubahan kegiatan gunungapi pada waktu itu.
pengukuran kubah lava G. Merapi, untuk sen- duga volumnya. Penggunaen istilah pendugaan disini kerena pengukuran dilakukan hanya dengan membidik suatu titik di punoak, yang bukan se rupakan titik tetap. Titik duga tersebut sewəktu-waktu depet berubah karena pertumbuhan kubah lava, longsor atau akibat lainnya.
Gunung Kelut adalah salah satu dari beberapa gunungapi aktif yang dianggap berbahaya di Indonesia.
Dalam laporan sementara ini akan memuat seluruh kegiatan yang dilakukan sejak bulan Juli 1977 hingga bulan Juni 1980 di G. Merapi Jawa Tengah, yang akan meliputi pencontohan dan analisa kimia contoh batuan, air dan gas G. Merapi, dan melibatkan sejumlah 993 buah contoh.
Setelah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Tingkat II Probolinggo pada tanggal 13 Juni 1980, tentang peningkatan kegiatan G. Bromo, Jawa Timur, Direktorat Vulkanologi mengirim suatu tim terdiri dari 2 orang untuk mengamati dari dekat keadaan G. Bromo. Tim yang diberangkatkan dari Yogyakarta (petugas sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan penyelidikan rutin G.Merapi) berada di Br…