G. Sibayak atau disebut juga G. Rangkap Sibayak mempunyai ketingian 2.094 m dpl. Gunungapi Sibayak termasuk salah satu gunungapi aktif tipe B, artinya gunungapi ini tidak memperlihatkan aktivitas magmatiknya sejak tahun 1600 sampai sekarang dan gunungapi ini mempunyai tipe Statro (berlapis). Meskipun G. Sibayak sudah tidak memperlihatkan aktivitasnya tetapi merupakan daerah wisata yang sering d…
Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik aktif yaitu Lempeng Eurasia, pasifik dan Indo-Australia yang mengakibatkan terbentuknya gunungapi dan morfologi berbukit dan sumber gempa. Kondisi demikian menyebabkan Indonesia rawan terhadap bencana geologi seperti letusan gunungapi, gerakan tanah, gempabumi, dan tsunami. Sejak abad ke-19, bencana geologi telah mengakibatkan korban lebih da…
Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A, Gunungapi Talang terletak pada suatu wilayah berpenduduk cukup padat di wilayah Propinsi Sumatera BArat. Hal ini berisiko besar apabila gunungapi tersebut meletus. Potensi bahaya dari gunungapi ini adalah aliran lava, awan panas, lontara batu/jatuhan batu gas beracun dan aliran lahar. Salah satu upaya yang dilakukan dalam memperkecil korban…
Gunung MArapi merupakan salah satu gunungapi aktif di Sumatera Barat yang mempunyai ketinggian 2891 m diatas permukaan laut dan berada pada jalur lemah sesar Semangko. Di bagian puncak gunungapi ini terdapat buah kawah yang posisinya membentuk suatu kelurusan memanjang yang berarah timurlaut-baratdaya. Dalam catatan sejarah G. Marapi seringkali meletus baik secara eksploasif maupun efusif yang …
G. Tandikat (2.437, 6 mdpl) adalah gunungapi strato tipe A yang terletak di dataran tinggi PAdang, Sumatera Barat. Gunungapi ini memiliki banyak aliran lava, namun aktifitasnya dalam waktu sejarah hanya berupa abu dan lontaran batu (pijar) hasil erupsi jenis volcano dan stromboli. Potensi bahaya ini dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda bagi penduduk yang bermukim di sekitar le…
Aktivitas letusan G. Anak Krakatau sejak tahun 1930 sampai 1953 berlangsung setiap tahun sedangkan 1953 hingga 2001, periode letusannya terjadi 1 tahun hingga 5 tahun sekali. Sejak letusan terakhir pada 5 Juli 2001 berupa erupsi abu, setelah istirahat sekitar 6 tahun pada 23 Okotober 2007 terjadi letusan. Pada 23 Okotober 2007 tercatat untuk pertama kalinya kejadian letusan G. Anak Krakatau sej…
Gunungapi Anak Krakatau adalah berupa suatu pulau gunungapi yang aktif terletak di dalam Kaldera Krakatau. Dalam sejarah letusannya tercatat bahwa G. Krakatau meletus sangat besar pada bula Agustus 1883. Karena letusan katastropis itu sebagian tubuh gunungapi ambruk (runtuh) menyebabkan terjadinya gelombang tsunami besar ke arah Lampung (tinggi gelombang lebih 15 m), mengakibatkan korban jiwa l…
Gunungapi Talang berketinggian 2597 m dari permukaan laut merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Sumatra Barat. Gunungapi ini merupakan kompleks gunungapi yang terjadi dari atas kerucut Talang Janan di sebelah timur dan Talang Betina di sebelah barat dan jarak antara dua kerucut ini sekitar 1 km. Kompleks gunungapi ini tumbuh di zona bagian tengah Sesar Besar Sumatra yang aktif. Sejarah…
Pada 20 Oktober 2007 aktivitas kegempaan G. Anak Krakatu kembali meningkat, tercatat gempa Vulkanik Dalam (VA) 20 kejadian dan Vulkanik Dangkal (VB) 29 kejadian. Hari berikutnya 21 Oktober 2007, terjadi peningkatan jumlah gempa secara tajam yaitu gempa VA 117 kejadian dan VB 68 kejadian. Pada 22 Oktober 2007, gempa VA tercatat 88 kejadian dan Vb 34 kejadian, pada 23 Oktober 2007 terjadi letusan…
Naiknya aktivitas kegempaan (seismik) G. Anak Krakatau yang mencolok, dimana seismograf yang biasanya merekam 10 kejadian gempa vulkanik perhari tiba-tiba melonjak pada 14 Okotober 2007 dan mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2007, serta adanya kepulan asap dengan tinggi kurang lebih 150-200 m dari puncak G. Anak Krakatau yang terlihat pada hasil foto kamera mobotik di P. Sertung, yang juga terl…