Setiap kali gunung Merapi akan meletus selalu didahului oleh meningkatnya aktivitas baik kegempaan maupun deformasi yang tidak bisa diamati dan dirasakan oleh manusia, tetapi bisa dirasakan atau di deteksi dengan peralatan geofisika seperti tilt meter dan seismometer, oleh karena itu untuk memantau aktivitas gunung merapi khusunya kegempaannya maka kontinuitas dan kualitas rekaman data gempa pe…
Dahulu kala gunungapi ini sangat besar bentuk fisiknya kemudian tercabik-cabik oleh letusan besar (violent eruption) dalam tiga periode yang diperkirakan mulai terjadi pada 3500 tahun lampau. Letusan terseut menghasilkan lubang yang sangat besar berukuran 19x21 km di bagian lantai dan 22x25 km di bagian atas yang kemudian dikenal dengan Kaldera Ijen (H.Sundoro, 1990).
Gunung papandayan merupakan gunungapi strato, dibangun oleh hasil erupsi eksplosif dan efusif masa lampau yang berupa bom vulkanik, lapili dan pasir hingga abu, endapan awan panas serta leleran lava.
Secara administratip G. Tangkuban Parahu berada di wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung, propinsi Jawa Barqat. Penelitian deformasi G. Tangkuban Parahu lebih ditekankan pada dua hal yaitu pengukuran EDM (Electro-optical Distance Measurement) atau pengukuran jarak elektronik dan Leveling atau pengukuran sipat datar, dimana kedua hal ini dilakukan dengan maksud untuk dapat mengetahui ad…
Laporan ini berisi hasil analisis contoh gas, sementara contoh air yang berasal dari daerah kawah G. Ruang tidak berhasil ditemukan. Dalam pembahasan hasil analisis conto gas, dinyatakan bahwa gas tersebut adalah gas gunung api yang dicirikan dengan besarnya kandungan senyawa belerang. kimia air dan gas yang dikeluarkan oleh gunung api tersebut.
G. Tangkoko (1149m) merupakan gunung api strato yang terletak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Gunung api ini memiliki sebuah parasit, yaitu G. Batuangus. Posisi geografi G. Tangkoko terletak pada 1°31' Lintang Utara dan 125°11,5' Bujur Timur, sedangkan G. Batuangus terletak pada 1°30,5 Lintang Utara dan 125°13' Bujur Timur. Letusan besar dari G. Tangkoko terjadi dalam tahun 1801, de…
Gunung api Lokon termasuk kedalam wilayah Kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis gunung api ini terletak pada 1°21'30" Lintang Utara dan 124°43'30" Bujur Timur (Gambar 1). Gunung Lokon terdiri dari dua puncak yaitu Gunung Lokon dan Gunung Empung. Puncak tertinggi dari Gunung Lokon yaitu 1580 m dpl disini terdapat pilar triangulasi P112, sedangkan punc…
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Soputan ini, maka telah dibuat 5 buah titik ukur di sekitar kawah/puncak dan dinding kaldera Soputan di bagian timur puncak Soputan, dimana pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor/cermin maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM (Electro-optical Distance Measurements) dan juga kelak dapat digunakan untuk titik t…
G. Tangkubanparahu merupakan gunungapi yang masih aktif yang dikelilingi oleh perbukitan dengan topografi yang indah dan merupakan daerah perkebunan dan wisata. Sesar lembang disebelah selatan gunungapi ini, memanjang dari timur ke barat, ditandai oleh gawir sesar di lembang, serta air terjun di daerah maribaya, dimana pemda Dati I Bandung, menjadikannya daerah wisata. Sesar lain di daerah timu…
Penelitian deformasi G. Gede yang terletak di kabupaten Cianjur, propinsi Jawa Barat, dengan posisi 6 derajat 47 menit LS dan 106 derajat 59 BT, lebih ditekankan pada dua hal yaitu pengukuran EDM (Electro-optical Distance measurement) atau pengukuran jarak secara elektronik dan leveling atau pengukuran sifat datar, dimana kedua hal ini dilakukan dengan maksud untuk dapat mengetahui adanya perub…