Gunungapi Perbakti merupakan salah satu gunungapi yang tergabung dalam suatu kompleks atau kelompok gunungapi aktif di sekitar Gunungapi Salak, terletak disebelah baratdaya-nya, merupakan salah satu lapangan Solfatara atau Fumarolla, yang kini telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik atau disebut juga Panasbumi atau Geothermal.
Pemetaan kawasan Gunungapi Gagak dilakukan untuk menghasilkan Peta Kawasan Rencana Gunungapi Gagak, yang diharapkan dapat diterapkan untuk mengurangi bencana letusan yang akan terjadi serta bermanfaat bagi Instansi Pemerintah lainnya dalam rangka menyusun rencana pembangunan secara umum dan rencana detil tataruang daerah disekitar Gunungapi Gagak di Jawa Barat.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi G.Pulosari dan sekitarnya dilakukan pada bulan April 1997, dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Pelita VI Tahun Anggaran 1997/1998 tahun ke 3.
Pemetaan kawasan rawan bencana G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui daerah bahaya gunungai dan daerah rawan terhadap bencana letusan gunungapi, serta untuk mengetahui daerah rawan terhadap aliran lahar.
Morfologi gunungapi Wayang Windu diduga berada pada zona depresi yang tumbuh dan berkembang secara bebas, dimana batas dengan morfologi sekitarnya dipisahkan oleh suatu morfologi yang hampir datar yang diperkirakan sebagai akibat adanya strukur geologi.
Berdasarkan hasil penelitian lapangan tahap-1 (Mei 1997), kegiatan/evolusi vulkanik G.Cikuray cukup menarik untuk dipelajari karena produk dominannya berupa endapan aliran piroklastik membentuk tubuh kerucut sempurna lancip (+2830m).
Misi kerja ini memungkinkan untuk membuat sintesa tentang keadaan stasiun - stasiun deformasi, yang memungkinkan berlangsungnya beberapa diskusi teknik yang kaya dengan CSN yang baru.
Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Kegiatan G. Kelut sejak letusan terakhir (Februari 1990), tidak menunjukkan perubahan vulkanis yang mencolok. Data suhu berkisar antara 39-43 C, begitu juga kegiatan seismik hanya terjadi gempa - gempa tektonik saja. Namun mulai bulan Mei 1996 data suhu air danau kawah berangsur-angsur meningkat menjadi 46-51 C. Data suhu ini hampir sama dengan suhu air danau menjelang erupsi pada th 1990.
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.