Dalam pelita ke IV tahun ke-3 (1987/1988), bagian Proyek Pengamatan/Pengawasan Gunungapi dan Penyuluhan Vulkanologi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, telah melakukan pemetaan geologi G. Lawu. Proyek pemetaan ini dibiayaioleh ADB (Asian Development Bank - Bank Pembangunan Asia).
Peningkatan Kegiatan G. Papandayan terakhir terjadi bulan September 1997 yang lalu, yang diitandai dengan peningkatan jumlah gempa - gempa gunungapi tipe A atau tektonik lokal. Dari hasil pemantauan visual, terjadi hembusan asap yang cukup kuat serta pula peningkatan suhu sekitar 1 derajat C.
Penyelidikan geologi dan laharan yang dilakukan di lereng Baratdaya G.Merapi yang meliputi K. Senowo, K.Sat, K. Bebeng dan K.Krasak dimaksudkan untuk mengevaluasi sebaran awan panas dan lahar 1993 - 1994 serta endapan sebelumnya yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 1993 - Mei 1994.
Kegiatan inventarisasi bahan galian di komplek G. Cireme, meliputi sekitar kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, Jawa Barat dibiyai oleh Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang telah dijadwalkan dalam tahun anggaran 1998/1999.
Pemetaan geologi G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Cikuray" berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun "Data Pengamatan Tidak Langsung" serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium".
Tim Inventarisasi Potensi Wisata mencari celah lain yang ada di daerah kawasan G. Ijen, yang sekiranya dapat dikembangkan dimasa mendatang selain sumberdaya mineral, hal ini dirasakan sangat perlu sekali menginngat daerah ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Pemetaan zona risiko bahaya G. Tangkubanparahu ini dimaksudkan untuk memberikan layanan informasi kepada Pemerintah Daerah setempat dan masyarakat umum tentang tingkatan risiko yang timbul sebagai akibat erupsi G. Tangkubanparahu dan pengembangan pembangunan di kawasan gunungapi ini.
Pemetaan geologi dilakukan untuk mengumpulkan data - data geologi mengenai gunungapi Talagabodas berdasarkan hasil penafsiran foto udara yang didukung dengan penelitian di lapangan, meliputi : jenis batuan, baik sebaran maupun posisinya, morfologi dan pola aliran sugai serta pola struktur.
Untuk mengantisipasi kemungkinan letusan Gunung Gede di masa yang akan datang maka perlu dilakukan pengamatan secara intensif dan berkesinambungan. Pengamatan secara intensif terhadap kegiatan vulkanik Gunungapi Gede dilakukan sejak tahun 1985. Pengamatan dilakukan baik secara visual, pemeriksaan kawah puncak, maupun kegiatan kegempaan dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede di Ciloto.
Status aktivitas G. Merapi pada triwulan I (April - Juni 1999) berada pada status "aktif normal" yang berlaku sejak pertengahan bulan Januari 1999, secara visual tercermin dengan asap solfatar berwarna putih tebal, tekanan lemah, tinggi asap maksimum berkisar antara 100 - 600 meter, kecuali pada tgl 11 Juni 1999 tinggi asap maksimum mencapai 1000 meter terukur dari Pos Pengamatan Selo pada jam …