Pada 14–18 September 2026, Kepala Pusat Survei Geologi (PSG), Badan
Geologi, Kementerian ESDM Edy Slameto bersama tim melaksanakan kegiatan
monitoring pelaksanaan survei dan pemetaan geologi di sejumlah wilayah di Pulau
Bali. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan
pekerjaan lapangan, mendiskusikan hasil yang telah diperoleh, serta
mengidentifikasi berbagai kondisi dan kendala yang ditemui selama kegiatan
berlangsung.
Monitoring diawali dengan kunjungan ke tim survei dan akuisisi potensi
penyimpanan karbon dioksida (CO₂) di wilayah Ungasan, Kabupaten Badung dengan
penanggung jawab Andy Setyo Wibowo. Kegiatan ini mencakup pengukuran
stratigrafi dan struktur geologi, pengambilan sampel batuan untuk analisis
sifat fisik dan geokimia, serta pengujian kemampuan batuan dalam menyimpan dan
menyekat CO₂. Tim juga melakukan pengambilan sampel batuan menggunakan alat bor
portabel dengan ukuran inti 1 inci dan panjang 7 cm.
Batuan yang menjadi objek kajian meliputi gamping, batupasir, dan breksi
yang berpotensi berperan sebagai batuan reservoir, serta lempung dan tuf
teralterasi yang berpotensi berperan sebagai batuan penyekat. Data hasil survei
tersebut selanjutnya digunakan dalam penyusunan informasi mengenai potensi dan
kapasitas penyimpanan karbon sebagai bagian dari bahan pendukung Atlas Potensi
Penyimpanan Karbon. Informasi tersebut penting untuk memperkuat pemahaman
mengenai kondisi geologi bawah permukaan yang berkaitan dengan potensi
penyimpanan CO₂.
Pada hari berikutnya, Kepala PSG mengunjungi tim Pemetaan Geologi Skala 1:50.000 yang sedang melaksanakan kegiatan pemetaan di wilayah Bali. Kegiatan tersebut mencakup Lembar Pajangan, Bumbungan dengan penanggung jawab Nela Paramita Rattyananda, dan Soka, serta Lembar Banyupoh, Seririt, dan Negara dengan penanggung jawab Ferdy Firmansyah. Dalam kunjungan ini, Kepala PSG berdiskusi dengan tim mengenai perkembangan kegiatan, hasil pengamatan lapangan, serta kondisi geologi yang dijumpai di masing-masing wilayah.
Pemetaan geologi menghasilkan data dasar mengenai kondisi dan sebaran
batuan, struktur geologi, serta karakteristik wilayah yang dapat dimanfaatkan
untuk berbagai kebutuhan. Informasi geologi yang akurat diperlukan tidak hanya
untuk kepentingan penelitian, tetapi juga sebagai salah satu dasar dalam
memahami potensi sumber daya, kondisi lingkungan geologi, serta karakteristik
wilayah yang berkaitan dengan perencanaan dan pembangunan.
Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya Pusat Survei Geologi untuk memastikan kegiatan survei dan pemetaan berjalan sesuai rencana serta menghasilkan data geologi yang akurat dan berkualitas. Ketersediaan data dan informasi geologi yang mutakhir diharapkan dapat mendukung berbagai kebutuhan pemerintah, peneliti, dunia pendidikan, serta masyarakat dalam memahami kondisi geologi wilayah Bali.