Kejadian longsor dari tebing Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), G. Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Timur

LAPORAN KHUSUS

Nomor: 100 .Lap /GL.03/BGL/2026

Kejadian longsor dari tebing Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri), G. Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tanggal 12 Januari 2026

Berdasarkan informasi video dari pengunjung terkait gelombang yang terjadi di permukaan Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) G. Kelimutu dan setelah dilakukan pengecekan lapangan, kejadian tersebut adalah akibat dari longsornya sebagian tebing timurlaut dari Kawah II. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh curah hujan yang intensif sehingga menyebabkan ketidakstabilan tebing tersebut.

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental hingga 12 Januari 2026, tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari aktivitas kegempaan, warna maupun dari suhu kawah (Lampiran 1 hingga Lampiran 5).

G.Kelimutu merupakan gunungapi tipe strato dengan ketinggian 1384,5 m di atas permukaan laut. Secara geografis G.Kelimutu terletak pada posisi koordinat 08o45’30”LS dan 121o50’00BT. Secara administratif Gunung Kelimutu berada di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. G.Kelimutu diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan (PGA) yang berlokasi di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. G.Kelimutu memiliki 3 danau kawah, yaitu Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu).

Saat ini G. Kelimutu berada pada Level I (NORMAL). G. Kelimutu merupakan gunungapi wisata dengan jumlah pengunjung cukup tinggi. Dengan mempertimbangkan semua data tersebut, masyarakat di sekitar G. Kelimutu dan para pengunjung diimbau agar membatasi aktivitas di sekitar area kawah dengan tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati kawah danau, tidak mendekati tembusan gas dan tidak bermalam di dalam kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun

Pemerintah daerah dan BPBD diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Kelimutu di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau situs web https://magma.esdm.go.id..

Evaluasi tingkat aktivitas G. Kelimutu akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Plt. Kepala Badan Geologi
Lana Saria 

Lampiran 1

Pengamatan Visual G. Kelimutu

Warna air danau Kawah I G. Kelimutu 12 Januari 2026

Lampiran 2

Warna air danau Kawah II G. Kelimutu 12 Januari 2026

Lampiran 3

Warna air danau Kawah III G. Kelimutu 12 Januari 2026

Lampiran 4.  


Lampiran 5.

Grafik Gempa G. Kelimutu Periode 1 Januari 2022 – 11 Januari 2026.

Inzet merupakan pemantauan tanggal 1 Desember 2022 - 11 Januari 2026 

Lampiran 6.

Peta Zona Rekomendasi Kawasan Rawan Bencana G.Kelimutu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Level I (Normal)


Ikuti Berita Kami