Berdasarkan surat Direktur Vulkanologi nomor 364/104/DGV/91, tanggal 2 Mei 1991 tentang penyuluhan vulkanologi mengenai G.Gede di Kabupaten Daerah Tk. II Cianjur, Sukabumi dan II Bogor, diadakan pembicaraan dengan Asisten Setwilda Provinsi Jawa Barat mengenai jadwal dan lokasi pelaksanaan penyuluhan di daerah - daerah tersebut.
Pendataan Kependudukan di Gunung Ciremai merupakan realisasi dari rencana Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1991/1992, Tim Penyuluhan Vulkanologi dan Pengadaan Informasi. Penulis ditugaskan untuk melakukan pendataan kependudukan serta aspek sosial lainnya yang berada di dalam daerah bahaya G.Ciremai.
Maksud dari pekerjaan adalah untuk memetakan daeah bahaya gunung Guntur
sesuai dengan rencana PELITA pada seksi penelitian Gunungapi untuk membuat peta daerah bahaya pada tiap-tiap gunungapi, maka dalam pelaksanaanya untuk triwulan II tahun 1970/1971 ini diantaranya penulis ditugaskan membaut peta daerah bahaya sementara gunungapi Sundoro.
Kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian Gunungapi atas dasat memo dinas No. 92/DV/14/72 tertanggal 24 April 1972 dari Kepala Dinas Volkanologi. Perihal G. Bromo dan G. Semeru
pekerjaan yang dilakukan penulis yang dibantu oelh Sdr. Samud adalah pembuatan penampang melintang sepanjang sungai-sungai yang hulunya berasal dari sekiatar puncak Gunung Tangkuban Perahu.
Penelitian kedaerah Ili Werung dan sekitarnya dimulai dari kam-pung Lamaheku. Perjalanan ke kaldera Adowajong dari kampung ini diperlukan waktu + 2 jam. Perubahan morfologi maupun perubahan gejala kenampakan panas bumi di daerah Adowajong tidak ada, hanyalah longsoran kecil akibat gaya berat saja. Pada waktu kunjungan bertepatan dengan musim kemarau sehingga tembusan uap air terlihat sangat tip…
Posisi G. Hobal itu diperkirakan terletak pada 123°35′ 26" Bujur Timur dan 8°22′56″ lántang Selatan; disebutkan pada kegiatan yang terakhir terlihat ada tujuh kerucut G. Hobal muncul keatas permukaan air laut berderet kearah pantai. Posisi geografis gunungapi itu dihitung dari Greenwich.
Dengan penunjukan surat perintah jalan nomor : 1503/S/1976, penulis ditugaskan ke G. Krakatu. Kesempatan kunjungan itu diperoleh dari "Tunas Indonesia Travel &Tours" di Jakarta, yang mengurus wisata ke G. Krakatau dan ujung kulon bersama 23 orang wisatawan dari Swiss.