G. Sinabung merupakan gunungapi tipe A (yaitu yang pernah meletus sejak tahun 1600), setelah meletus kembali pada 27 Agustus 2010 pukul 18:15 WIB, yang menghasilkan erupsi freatik. Sebelum kejadian tersebut, G. Sinabung diklasifikasikan ke dalam gunungapi ipe B, yaitu gunungapi yang tidak punya catatan sejarh letusan sejak tahun 1600.
G. Sinabung merupakan gunungapi tipe A setelah meletus kembali pada 27 Agustus 2010 pukul 18:15 WIB dan menghasilkan erupsi freatik. Sebelum kejadian tersebut, G. Sinabung diklasifikasikan ke dalam gunungapi tipe B, yaitu gunung api yang tidak punya catatan sejarah letusan sejak tahun 1600. Pada 29 Agustus 2010 pukul 00:10 WIB, asap/abu tebal hitam, setinggi 1500 meter muncul dari bibir kawah, …
Kami menganalisis data kontinu Global Positioning System (GPS) dari sinabung untuk menggambarkan dan memodelkan migrasi magma dari periode waktu pra-letusan dan saat-letusan antara bulan juni 2013 dan bulan januari 2016. Kami membagi kurun waktu ini menjadi empat periode deformasi yang signifikan: dua tahap ekstensional diikuti oleh dua tahap pemendekan.
Gunungapi Agung (3142 m dpl) di bali merupakan gunungapi strato berkomposisi basaltik andesit. Erupsi terakhir G. Agung terjadi dari 18 Februari 1963 hingga 27 Januari 1964. Erupsi tersebut menghasilkan jatuhan abu, awan panas, aliran lava dan lahar yang mengakibatkan 1148 korban jiwa dan 296 orang luka. G. Agung pernah meletus tahun 1808, 1843, 1963. Erupsi G. Agung menghasilkan produk berupa …
Secara administratif G. Kelud termasuk dalam tiga wilayah administratif yaitu Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang, Propinsi Jawa Timur. Gunung Kelud (1731 m dpl) meruapakan salah satu gunungapi strtao aktif Tipe A yang ebrada di wilayah padat penduduk. Menurut catatan sejarah kegiatannya, erupsi G. Kelud telah menimbulkan banyak korban manusia dan harta benda.
Kegiatan penyelidikan di lakukan dalam rangka melakukan evaluasi dan untuk mengetahui perkembangan aktivitas setelah terjadinya letusan G. Merapi 14 Juni 2006. Seperti telah diketahui, berbagai penyelidikan telah dilakukan sebelum, saat dan sesudah peningkatan aktivitas G. Merapi tersebut. Kegiatan penyelidikan yang telah dilakukan antara lain dari aspek geologi dan geokimia.
Buku ini memberikan penjelasan lebih dalam terkait erupsi Merapi 2006.
Buku ini membahas tentang letusan katastropik Gunung Krakatau tahun 1883.