Berdasarkan rembukan hasil penelitian seismik dan cara geofisika menunjukkan bahwa sekitar daerah Curah Buntu telah diperkirakan sebagai tempat sumber gempa. Usaha untuk memperoleh gambaran perubahan permukaan diperlukan pengukuran cara levelling di daerah tersebut dengan arah Utara - Selatan dan Barat- Timur, juga pengukuran dry tilt disekitarnya.
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mempelajari aspek geomorfologi yang berkembang di Gunung Tangkuban Parahu dan sekitarnya, diantaranya adalah aspek Morfogenesa, Morfokronologi, Morfometri, dan Morfografi.
Pemetaan kawasan rawan bencana G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui daerah bahaya gunungai dan daerah rawan terhadap bencana letusan gunungapi, serta untuk mengetahui daerah rawan terhadap aliran lahar.
G. Karang merupakan gunungapi aktif tipe B. Morfologi gunungapi Karang tumbuh bebas ke arah timur, tenggara, selatan, dan baratdaya dimana daerah lerengnya di beberapa temat ditemukan beberapa kerucut, sehingga membentuk morfologi berelief sedang, sedangkan bagian kakinya membentuk morfologi berelief lemah hingga relatif dasar.
Laporan pemetaan aliran lahar kali kobokan memiliki tujuan untuk mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Aliran Lahar, guna mengetahui sebaran lahar disekitar kali Kobokan.
Maksud pemetaan situasi adalah melakukan serangkaian pengukuran dengan tujuan mendapatkan peta situasi topografi puncak sehingga dapat memberikan informasi situasi puncak saat ini dengan harapan dapat menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian guna pengamatan & peramalan suatu letusan dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Dokumentasi peta situasi puncak G.Sundoro yang dimiliki oleh Direktorat Vulkanologi saat ini berupa peta situasi puncak skala 1 : 5000 hasil pengukuran Petugas Dinas Pertambangan Negara, Desember 1921, Oleh karena itu Pemimpin Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi melalui Kepala Seksi Pemetaan Topografi dan Pengukuran Deformasi Gunungapi menugaskan Sdr. A.R. Sumailani dan penulis …
Letusan G.Kelut 10 Februari 1990 telah menimbulkan berbagai kerusakan yang tidak sedikit. Penyebaran material letusannyapun mencakup wilayah yang relatif cukup luas. Suatu indikasi bahwa letusan ini relatif besar yang diperkirakan dapat menimbulkan perubahan topografi/morphologi pada areal sekitar puncak, sehingga dianggap perlu dilakukan pengukuran topografi dan situasi sekitar puncak gunung …
Letusan G.Kelut 10 Februari 1990 telah menimbulkan berbagai kerusakan yang tidak sedikit. Penyebaran material letusannyapun mencakup wilayah yang relatif besar yang relatif cukup luas. Suatu indikasi bahwa letusan ini relatif besar yang diperkirakan dapat menimbulkan perubahan topografi/morphologi pada areal sekitar puncak, sehingga dianggap perlu dilakukan pengukuran topografi dan situasi seki…
Gunung Kelut (+ 1731 m) yang terletak di wilayah Blitar dan Kediri merupakan salah satu gunung api yang aktif di Indonesia. Pada 10 Februari 1990 gunung ini kembali meletus dan memuntahkan batuan piroklastik ke sekitarnya (Laporan letusan Gunung Kelut 10 Februari 1990). Salah satu akibat letusan ini adalah rusaknya jalan untuk pencapaian kawah yang biasa di pergunakan selama ini, sehingga jalan…