Gunung Papandayan merupakan kerucut gunungapi paling selatan dari deretan gunungapi Priangan yang terletak di sebelah selatan G. Guntur yang keduanya merupakan gunungapi aktif bertipe A. Kompleks G. Papandayan ini dibentuk oleh 2 buah tubuh gunungapi, yaitu disebelah utara ditempati oleh G. Puntang Tua, gunung ini berkembang dibagian barat berbentuk kerucut terpacung dibentuk oleh aliran lava d…
Gunung Galunggung salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat dengan tinggi 2168 m diatas permukaan laut. Gunungapi ini terletak kurang lebih 17 km sebelah barat laut kota Tasikmalaya. Letusan yang pertama di ketahui dan tercatat pada tahun 1822, 1868 dan 1894 dan kemudian disusul 1894, 1918 menghasilkan kubah lava letusan besar dalam sejarah tercatat pada tahun 1822 yang menyebabkan lebih dari 40…
Salah satu program seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Dit. Petapi, anggaran Dit Vulkanologi tahun Sub. 1990/1991 adalah memetakan geologi gunungapi Sangeangapi di NTB. Pemetaan tersebut bermaksud mencoba mencari memisahkan hasil erupsi hubungan stratigrafi, mempelajari aspek memperhatikan gunungapi tersebut. geologi, serta mencari tiap perioda struktur pendekatan dan dengan evolusi Laporan ini b…
Tinggi G.Ebolobo 1213,8 m.dpl (Kemerling, 1929) terletak di Kecamatan Boa Wae, Kabupaten Ngada, Propinsi Nusatenggara Timur. Posisi geografinya terletak antara 8° 48,5 Lintang Selatan dan 121° 11 Bujur Timur. Maksud dan tujuan laporan ini ialah untuk mengetahui jenis jenis gempa kedalaman dan penyebaran pusat gempa di sekitar G. Ebolobo dan untuk mengikuti perkembangan kegiatan gunungapi ter …
Tinggi G.Iya 637 m (Kemerling, 1929,h.45), 659m(Atlas -trop Nederl) di atas muka air laut. Terletak di kampung Rate Kabupaten Ende, Flores(NTT). Posisi geografinya terletak antara 8º 03,5 Lintang Selatan dan 121° 38'Bujur Timur. Maksud dan tujuan laporan ini ialah untuk mengetahui jenis-jenis gempa, kedalaman dan penyebaran pusat gempa di sekitar G.Iya dan untuk mengetahui/mengikuti perkemba…
Tinggi G.Ebolobo 1213,8 m.dpl (Kemerling, 1929) terletak di Kecamatan Boa Wae, Kabupaten Ngada, Propinsi Nusatenggara Timur. Posisi geografinya terletak antara 8° 48,5 Lintang Selatan dan 121° 11 Bujur Timur. Maksud dan tujuan laporan ini ialah untuk mengetahui jenis jenis gempa kedalaman dan penyebaran pusat gempa di sekitar G. Ebolobo dan untuk mengikuti perkembangan kegiatan gunungapi ters…
Maksud dan tujuan pemeriksaan kawah ialah untuk mengetahui tingkat kegiatan gunungapi tersebut. Caranya ialah pendakian puncak, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu baik fumarola, solfatara maupun air panas. Peralatan yang digunakan : Termometer Casella dengan batas ukur maksimum 400 C
Tujuan pemetaan geologi gunungapi kompleks Mandosawu - Ranaka adalah untuk mengetahui keadaan geologinya, antara lain: jenis batuan, sebaran batuan, urutan stratigrafy (umur geologi), struktur geologi, sejarah erupsi, dan lain sebagainya. Hal ini perlu untuk mengetahui sejarah kegunungapian kompleks ini dan untuk menunjang pembuatan peta daerah bahaya gunungapi kompleks ini.
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, tahun 1980 - 1981 Pelita III. Penulis ditugaskan untuk pemeriksaan G.Egon dan G. Rokatenda dengan maksud untuk mengetahui perkembangan/kegiatan gunungapi, secara visual maupun fisik. Dengan demikian secara langsung didapat data-data mengenai kegiatan gunungapi tersebut, apakah dalam keadaan giat atau normal
Penulis dan Sdr. O. Rukman ditugaskan untuk mengadakan pemeriksaan G. Sirung, Ili Werung dan G.Hobal di N.T.T. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan/kegiatan gunungapi tersebut, baik secara visual maupun fisik. Dengan demikian secara langsung didapat data mengenai gunungapi tersebut, apakah dalam keadaan giat, normal atau menurun